Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

Uncategorized

Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda

badge-check


 Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pembentukan holding kawasan industri BUMN bernama Kawasan Industri Indonesia dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional. Namun, konsolidasi tersebut perlu diikuti pengembangan logistics park dan integrasi transportasi multimoda agar kawasan industri tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga simpul logistik nasional.

Pemerintah melalui Danantara tengah membentuk holding kawasan industri BUMN sebagai bagian dari restrukturisasi dan penyederhanaan pengelolaan kawasan industri milik negara. Proses legal restrukturisasi ditargetkan rampung pada 2026 sehingga holding baru dapat mulai beroperasi pada 2027.

Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan holding tersebut sebaiknya tidak hanya berfokus pada konsolidasi aset, lahan, dan utilitas dasar. Lebih dari itu, holding perlu diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi dengan layanan logistik, transportasi, pergudangan, serta konektivitas rantai pasok.

“Kawasan industri harus berkembang menjadi pusat produksi sekaligus pusat logistik yang mampu mendukung efisiensi rantai pasok nasional dan daya saing ekspor,” ujarnya.

Kebutuhan itu sejalan dengan besarnya skala kawasan industri di Indonesia. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan terdapat 175 kawasan industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri dengan total luas mencapai 98.235,5 hektare dan tingkat okupansi 58,19 persen. Kawasan tersebut menampung 11.970 perusahaan, menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja, serta menghimpun investasi senilai Rp 6.744,5 triliun.

Sebelum restrukturisasi terbaru, sejumlah kawasan industri BUMN telah berada dalam ekosistem Danareksa Industrial Park, antara lain PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Total luas lahan yang dikelola mencapai sekitar 7.855 hektare.

Menurut Setijadi, pembentukan holding akan memberikan manfaat pada berbagai tingkatan. Bagi perusahaan kawasan industri, konsolidasi dapat memperkuat skala ekonomi, standardisasi tata kelola, integrasi investasi, optimalisasi aset, hingga pengembangan model bisnis baru yang tidak lagi bergantung pada penjualan atau penyewaan lahan semata.

Sementara bagi perusahaan pengguna kawasan, holding berpotensi meningkatkan kualitas layanan, mempercepat penyediaan infrastruktur, memperkuat konektivitas, dan menurunkan biaya logistik melalui pemanfaatan fasilitas bersama.

Pada tingkat nasional, keberadaan holding dapat memperkuat peran kawasan industri sebagai simpul produksi, konsolidasi barang, distribusi, dan ekspor yang terhubung dengan rantai pasok nasional maupun global.

Urgensi peningkatan efisiensi logistik dinilai semakin besar mengingat kontribusi biaya logistik terhadap harga produk masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2023, biaya logistik domestik mencapai sekitar 14,1 persen dari harga barang, sedangkan biaya logistik ekspor mencapai 8,98 persen dari nilai barang yang dikirim.

Untuk itu, SCI merekomendasikan agar holding kawasan industri BUMN menyusun masterplan logistics park pada kawasan-kawasan prioritas. Fasilitas yang dikembangkan dapat mencakup pergudangan bersama, cross-docking, depo peti kemas, terminal truk, cold storage, layanan kepabeanan, serta pusat distribusi terpadu.

Selain itu, pengembangan logistics park perlu didukung integrasi transportasi multimoda. Konektivitas dengan jalan tol, pelabuhan, bandara kargo, terminal peti kemas, dry port, inland container depot, hingga layanan angkutan sungai dan kapal Ro-Ro perlu dirancang sebagai satu sistem yang terhubung.

Menurut Setijadi, integrasi dengan jaringan kereta api juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang, mengurangi ketergantungan pada truk jarak jauh, menekan kemacetan di sekitar kawasan industri dan pelabuhan, serta meningkatkan kepastian waktu pengiriman.

Di sisi lain, holding juga perlu mendorong digitalisasi operasional melalui penerapan truck appointment system, gate automation, dan control tower kawasan untuk mengelola arus kendaraan dan distribusi barang secara lebih efisien.

“Dengan pendekatan tersebut, kawasan industri BUMN dapat berkembang menjadi simpul produksi sekaligus simpul logistik nasional yang memberikan nilai tambah bagi tenant melalui efisiensi biaya logistik, kepastian waktu pengiriman, dan penguatan daya saing ekspor,” kata Setijadi.*** (Omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

Trending di ANJUNGAN