Wartatrans.com, BENER MERIAH — Akses Jalan Nasional Enang Enang yang menghubungkan wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan kawasan pesisir Aceh kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur vital tersebut kembali berfungsi setelah warga setempat melakukan perbaikan darurat secara swadaya terhadap jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang enam bulan lalu.
Meski perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara, kondisi jembatan dinilai cukup aman dan layak untuk digunakan kembali oleh masyarakat. Sebelumnya, salah satu sisi jembatan sempat runtuh sehingga menghambat mobilitas warga dan aktivitas distribusi barang di kawasan tersebut.

Pemulihan akses tersebut berawal dari inisiatif masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo yang bergerak secara gotong royong tanpa menunggu bantuan resmi. Warga bahu-membahu memperbaiki bagian jembatan yang rusak agar jalur penghubung utama tersebut dapat segera digunakan kembali.
Langkah swadaya masyarakat ini mendapat apresiasi luas. Informasi mengenai perbaikan jembatan Enang Enang menyebar melalui media sosial dan memunculkan gelombang dukungan dari warga Aceh Tengah dan Bener Meriah. Berbagai bantuan berupa dana dan material bangunan mengalir untuk mendukung proses pemulihan.
Partisipasi masyarakat tersebut menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dan kepedulian antarwarga dalam menjaga fasilitas umum yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan dataran tinggi Gayo.
Salah seorang warga, Bariah (50), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perbaikan jembatan, khususnya mantan Pak Mukim yang menjadi penggagas utama gerakan swadaya tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mantan Pak Mukim bersama masyarakat Pintu Rime Gayo yang telah bekerja keras memulihkan jalan dan Jembatan Enang Enang yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bariah, perbaikan sementara yang dilakukan masyarakat memiliki makna lebih dari sekadar membuka kembali akses transportasi. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi simbol kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masyarakat di daerah penghasil kopi Arabika ini masih sangat kuat dan terus hidup,” katanya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pemulihan Jembatan Enang Enang menjadi contoh nyata bagaimana persatuan dan kepedulian masyarakat mampu mengatasi kesulitan serta menjaga keterhubungan antarwilayah demi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.*** (Bas Basar/BSG)




























