Wartatrans.com, BEKASI — Bank Sampah Mapolis-BK3 (Mari Aktif Pilah dan Olah Limbah Sampah untuk Lingkungan yang Indah dan Sehat–Bukit Kencana III) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam pengurangan sampah di Kota Bekasi. Berdiri sejak 18 Oktober 2025, bank sampah ini mampu menghimpun rata-rata 1 ton sampah anorganik setiap bulan dari para nasabahnya.
Pendirian Bank Sampah Mapolis-BK3 merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam upaya mengurangi beban timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat.

Saat ini, Bank Sampah Mapolis-BK3 memiliki 82 nasabah yang berasal dari warga RW 19 Perumahan Bukit Kencana III, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah anorganik dilaksanakan secara rutin setiap minggu ketiga setiap bulan.

Ketua Bank Sampah Mapolis-BK3, Dini Hendrawati, mengatakan bahwa keberhasilan menghimpun rata-rata satu ton sampah setiap bulan merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
“Kami bersyukur antusiasme warga terus meningkat. Bank sampah ini bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dan lebih peduli terhadap lingkungan. Harapan kami, semakin banyak warga yang bergabung sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA bisa terus berkurang,” ujar Dini.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan baik. Kami ingin gerakan ini menjadi budaya di lingkungan Bukit Kencana III dan dapat menginspirasi wilayah lain di Kota Bekasi,” tambahnya.
Sejak beroperasi pada Oktober 2025, grafik tonase sampah anorganik yang terkumpul setiap bulan menunjukkan capaian yang konsisten. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan pengurus bank sampah mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pengurangan sampah serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.*** (JS)

Kompak selalu penanganan sampah.


























