Wartatrans.com, MEDAN -– Grup musik The Polonia kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul “Lelah”. Band asal Medan yang kini beranggotakan Adit (vokal), Akim (gitar), Andri (bas), dan Ozy (drum) itu menegaskan komitmennya untuk terus berkarya meski telah mengalami pergantian personel sejak debut mereka pada 2009.
Vokalis The Polonia, Adit, mengatakan band yang kini bergerak secara independen tersebut tetap produktif menghasilkan karya baru dan aktif menjalin komunikasi dengan media serta pendengar musik di Tanah Air.

“Alhamdulillah, meski sekarang personel asli yang masih bertahan hanya saya dan Akim, kami bersama Andri dan Ozy terus melanjutkan perjalanan The Polonia di industri musik Indonesia,” ujar Adit, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, The Polonia baru saja melakukan kunjungan promosi ke salah satu stasiun radio di Medan untuk memperkenalkan single terbarunya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media radio maupun media daring yang selama ini mendukung perjalanan band tersebut.
The Polonia dikenal sebagai band beraliran alternatif pop yang pernah merilis album Jadikan Aku Bintang di bawah label Nagaswara pada 2009. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu yang cukup dikenal, seperti “Andai Kau Bisa” dan “Jadikan Aku Bintang”.
Perjalanan The Polonia di industri musik nasional terbilang unik. Saat peluncuran album perdana mereka pada 2009, grup ini mendapat perhatian luas setelah ditetapkan sebagai Duta Anti Pembajakan untuk wilayah Sumatera oleh Gerakan Anti Pembajakan (GAP).
Pada tahun yang sama, The Polonia juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil menghadirkan aransemen lagu dalam 12 genre musik berbeda. Peluncuran album mereka kala itu turut dihadiri sejumlah pelaku industri musik nasional dan mendapat liputan puluhan media.
Kini, setelah lebih dari satu dekade berkiprah, The Polonia tetap bertahan meski beberapa personel terdahulu memilih fokus pada profesi masing-masing.
Adit menjelaskan bahwa nama The Polonia lahir ketika band tersebut mempersiapkan diri menembus industri musik nasional di Jakarta. Nama itu terinspirasi dari Bandara Polonia, yang saat itu menjadi salah satu ikon Kota Medan.
“Bagi kami, The Polonia adalah perjalanan yang tidak pernah padam. Nama itu menjadi identitas yang selalu kami bawa sebagai band asal Medan,” katanya.
Sementara itu, bassist Andri mengungkapkan bahwa single “Lelah” mengangkat kisah percintaan yang berakhir tidak bahagia. Lagu tersebut menceritakan perjuangan seseorang untuk melepaskan diri dari kenangan masa lalu dan melanjutkan hidup setelah hubungan yang kandas.
“Pesan lagu ini disampaikan secara tersirat melalui lirik-liriknya. Intinya tentang seseorang yang berusaha bangkit setelah kehilangan cinta,” ujar Andri.
Di tengah perubahan industri musik yang semakin didominasi platform digital, The Polonia memilih tetap produktif merilis karya dan tampil di berbagai acara musik.
Drummer Ozy mengatakan sejak 2023 hingga sekarang, band tersebut secara konsisten merilis sejumlah single baru serta mengembangkan penjualan merchandise sebagai bagian dari aktivitas kreatif mereka.
“Kalau dulu basis kegiatan kami berada di Jakarta, sekarang semua aktivitas The Polonia dipusatkan di Medan. Namun semangat untuk berkarya tetap sama,” kata Ozy.
CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, menilai The Polonia memiliki tempat tersendiri dalam sejarah perjalanan label yang dipimpinnya. Menurut dia, band tersebut menjadi salah satu pelopor yang mencatatkan prestasi melalui penghargaan MURI pada awal karier mereka.
“Semoga single ‘Lelah’ bisa diterima masyarakat dan menjadi karya yang mengangkat kembali nama The Polonia sebagai band kebanggaan Kota Medan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pemerhati industri musik Bois Famous Maker. Menurut dia, keberadaan The Polonia menunjukkan bahwa band nasional tidak harus berpusat di Jakarta untuk tetap eksis dan berkarya.
“The Polonia membuktikan bahwa band asal daerah bisa terus berkembang dari kota asalnya. Mereka menjadi salah satu contoh band nasional yang tetap bertahan dan berkarya dari Medan,” katanya.*** (Daus)






























