Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

Uncategorized

The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah

badge-check


 The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Perbesar

Wartatrans.com, MEDAN -– Grup musik The Polonia kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul “Lelah”. Band asal Medan yang kini beranggotakan Adit (vokal), Akim (gitar), Andri (bas), dan Ozy (drum) itu menegaskan komitmennya untuk terus berkarya meski telah mengalami pergantian personel sejak debut mereka pada 2009.

Vokalis The Polonia, Adit, mengatakan band yang kini bergerak secara independen tersebut tetap produktif menghasilkan karya baru dan aktif menjalin komunikasi dengan media serta pendengar musik di Tanah Air.

“Alhamdulillah, meski sekarang personel asli yang masih bertahan hanya saya dan Akim, kami bersama Andri dan Ozy terus melanjutkan perjalanan The Polonia di industri musik Indonesia,” ujar Adit, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, The Polonia baru saja melakukan kunjungan promosi ke salah satu stasiun radio di Medan untuk memperkenalkan single terbarunya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media radio maupun media daring yang selama ini mendukung perjalanan band tersebut.

The Polonia dikenal sebagai band beraliran alternatif pop yang pernah merilis album Jadikan Aku Bintang di bawah label Nagaswara pada 2009. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu yang cukup dikenal, seperti “Andai Kau Bisa” dan “Jadikan Aku Bintang”.

Perjalanan The Polonia di industri musik nasional terbilang unik. Saat peluncuran album perdana mereka pada 2009, grup ini mendapat perhatian luas setelah ditetapkan sebagai Duta Anti Pembajakan untuk wilayah Sumatera oleh Gerakan Anti Pembajakan (GAP).

Pada tahun yang sama, The Polonia juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil menghadirkan aransemen lagu dalam 12 genre musik berbeda. Peluncuran album mereka kala itu turut dihadiri sejumlah pelaku industri musik nasional dan mendapat liputan puluhan media.

Kini, setelah lebih dari satu dekade berkiprah, The Polonia tetap bertahan meski beberapa personel terdahulu memilih fokus pada profesi masing-masing.

Adit menjelaskan bahwa nama The Polonia lahir ketika band tersebut mempersiapkan diri menembus industri musik nasional di Jakarta. Nama itu terinspirasi dari Bandara Polonia, yang saat itu menjadi salah satu ikon Kota Medan.

“Bagi kami, The Polonia adalah perjalanan yang tidak pernah padam. Nama itu menjadi identitas yang selalu kami bawa sebagai band asal Medan,” katanya.

Sementara itu, bassist Andri mengungkapkan bahwa single “Lelah” mengangkat kisah percintaan yang berakhir tidak bahagia. Lagu tersebut menceritakan perjuangan seseorang untuk melepaskan diri dari kenangan masa lalu dan melanjutkan hidup setelah hubungan yang kandas.

“Pesan lagu ini disampaikan secara tersirat melalui lirik-liriknya. Intinya tentang seseorang yang berusaha bangkit setelah kehilangan cinta,” ujar Andri.

Di tengah perubahan industri musik yang semakin didominasi platform digital, The Polonia memilih tetap produktif merilis karya dan tampil di berbagai acara musik.

Drummer Ozy mengatakan sejak 2023 hingga sekarang, band tersebut secara konsisten merilis sejumlah single baru serta mengembangkan penjualan merchandise sebagai bagian dari aktivitas kreatif mereka.

“Kalau dulu basis kegiatan kami berada di Jakarta, sekarang semua aktivitas The Polonia dipusatkan di Medan. Namun semangat untuk berkarya tetap sama,” kata Ozy.

CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, menilai The Polonia memiliki tempat tersendiri dalam sejarah perjalanan label yang dipimpinnya. Menurut dia, band tersebut menjadi salah satu pelopor yang mencatatkan prestasi melalui penghargaan MURI pada awal karier mereka.

“Semoga single ‘Lelah’ bisa diterima masyarakat dan menjadi karya yang mengangkat kembali nama The Polonia sebagai band kebanggaan Kota Medan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pemerhati industri musik Bois Famous Maker. Menurut dia, keberadaan The Polonia menunjukkan bahwa band nasional tidak harus berpusat di Jakarta untuk tetap eksis dan berkarya.

“The Polonia membuktikan bahwa band asal daerah bisa terus berkembang dari kota asalnya. Mereka menjadi salah satu contoh band nasional yang tetap bertahan dan berkarya dari Medan,” katanya.*** (Daus)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Trending di SENI BUDAYA