Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

KABIN

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

badge-check


 Armada Garuda Indonesia (dok) Perbesar

Armada Garuda Indonesia (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, masih terus dinamis hingga saat ini.

Untuknya, Garuda Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketahanan operasional dan stabilitas kinerja Perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur.

“Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara efisiensi dan ketahanan struktur biaya (cost structure resilience), dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas serta keberlangsungan operasional,” tutur Thomas, Selasa (31/3/2026).

Evaluasi atas berbagai opsi mitigasi juga dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan respons yang prudent dan adaptif terhadap dinamika industri yang saat ini berkembang.

Manajemen kata dia, juga terus melakukan evaluasi lanjutan terhadap langkah-langkah strategis yang perlu diimplementasikan secara berkesinambungan, dengan fokus pada pengendalian biaya dan optimalisasi posisi arus kas Perusahaan.

Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan.

“Untuk itu, Garuda menegaskan komitmen dalam menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin melalui pendekatan yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan kinerja,” katanya.

Dari sisi operasional, Garuda akan terus memastikan kebutuhan konektivitas masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, manajemen memperkuat konsolidasi internal bersama seluruh jajaran karyawan, termasuk anak dan cucu perusahaan, dalam mengakselerasi langkah-langkah strategis guna menjaga keberlanjutan operasional.

“Di tengah langkah mitigasi yang tengah dipersiapkan, Garuda memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” tutup Thomas. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara

2 Juli 2026 - 21:04 WIB

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia

2 Juli 2026 - 16:21 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kemenhub Dorong Percepatan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein Bandung

1 Juli 2026 - 09:06 WIB

Trending di BANDARA