Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

KABIN

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

badge-check


 Armada Garuda Indonesia (dok) Perbesar

Armada Garuda Indonesia (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, masih terus dinamis hingga saat ini.

Untuknya, Garuda Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketahanan operasional dan stabilitas kinerja Perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur.

“Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara efisiensi dan ketahanan struktur biaya (cost structure resilience), dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas serta keberlangsungan operasional,” tutur Thomas, Selasa (31/3/2026).

Evaluasi atas berbagai opsi mitigasi juga dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan respons yang prudent dan adaptif terhadap dinamika industri yang saat ini berkembang.

Manajemen kata dia, juga terus melakukan evaluasi lanjutan terhadap langkah-langkah strategis yang perlu diimplementasikan secara berkesinambungan, dengan fokus pada pengendalian biaya dan optimalisasi posisi arus kas Perusahaan.

Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan.

“Untuk itu, Garuda menegaskan komitmen dalam menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin melalui pendekatan yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan kinerja,” katanya.

Dari sisi operasional, Garuda akan terus memastikan kebutuhan konektivitas masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, manajemen memperkuat konsolidasi internal bersama seluruh jajaran karyawan, termasuk anak dan cucu perusahaan, dalam mengakselerasi langkah-langkah strategis guna menjaga keberlanjutan operasional.

“Di tengah langkah mitigasi yang tengah dipersiapkan, Garuda memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” tutup Thomas. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dari Sabut Kelapa ke Harapan Baru, Iga Rangkul Anak Putus Sekolah

29 September 2026 - 02:59 WIB

Trending di EKOBIS