Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

KABIN

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

badge-check


 Armada Garuda Indonesia (dok) Perbesar

Armada Garuda Indonesia (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, masih terus dinamis hingga saat ini.

Untuknya, Garuda Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketahanan operasional dan stabilitas kinerja Perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur.

“Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara efisiensi dan ketahanan struktur biaya (cost structure resilience), dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas serta keberlangsungan operasional,” tutur Thomas, Selasa (31/3/2026).

Evaluasi atas berbagai opsi mitigasi juga dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan respons yang prudent dan adaptif terhadap dinamika industri yang saat ini berkembang.

Manajemen kata dia, juga terus melakukan evaluasi lanjutan terhadap langkah-langkah strategis yang perlu diimplementasikan secara berkesinambungan, dengan fokus pada pengendalian biaya dan optimalisasi posisi arus kas Perusahaan.

Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan.

“Untuk itu, Garuda menegaskan komitmen dalam menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin melalui pendekatan yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan kinerja,” katanya.

Dari sisi operasional, Garuda akan terus memastikan kebutuhan konektivitas masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, manajemen memperkuat konsolidasi internal bersama seluruh jajaran karyawan, termasuk anak dan cucu perusahaan, dalam mengakselerasi langkah-langkah strategis guna menjaga keberlanjutan operasional.

“Di tengah langkah mitigasi yang tengah dipersiapkan, Garuda memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” tutup Thomas. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Dukung Penanganan Gempa NTT, AirNav Pastikan Layanan Navigasi Lancar

16 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

5 Bandara Terdampak Gempa di Kepulauan Flores NTT

15 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN