Menu

Mode Gelap
Meriahkan HJB TH 2026,Pemkab Bogor Luncurkan Pelayanan Publik 100 Jam Non Stop Rian Hidayat Resmi Daftar Calon Ketua Umum BM PAN, Usung Agenda Konsolidasi dan Kemenangan PAN 2029 KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak) Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijjah Besok, Idul Adha 27 Mei 2026 Ferry jadi Moda Pilihan Utama Masyarakat, Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai

KABIN

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

badge-check


 Armada Garuda Indonesia (dok) Perbesar

Armada Garuda Indonesia (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, masih terus dinamis hingga saat ini.

Untuknya, Garuda Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketahanan operasional dan stabilitas kinerja Perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur.

“Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara efisiensi dan ketahanan struktur biaya (cost structure resilience), dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas serta keberlangsungan operasional,” tutur Thomas, Selasa (31/3/2026).

Evaluasi atas berbagai opsi mitigasi juga dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan respons yang prudent dan adaptif terhadap dinamika industri yang saat ini berkembang.

Manajemen kata dia, juga terus melakukan evaluasi lanjutan terhadap langkah-langkah strategis yang perlu diimplementasikan secara berkesinambungan, dengan fokus pada pengendalian biaya dan optimalisasi posisi arus kas Perusahaan.

Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan.

“Untuk itu, Garuda menegaskan komitmen dalam menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin melalui pendekatan yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan kinerja,” katanya.

Dari sisi operasional, Garuda akan terus memastikan kebutuhan konektivitas masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, manajemen memperkuat konsolidasi internal bersama seluruh jajaran karyawan, termasuk anak dan cucu perusahaan, dalam mengakselerasi langkah-langkah strategis guna menjaga keberlanjutan operasional.

“Di tengah langkah mitigasi yang tengah dipersiapkan, Garuda memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” tutup Thomas. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ferry jadi Moda Pilihan Utama Masyarakat, Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai

17 Mei 2026 - 18:20 WIB

Petani Kopi Gayo Desak Pemerintah Hadir Nyata Pasca Bencana

16 Mei 2026 - 15:55 WIB

Gerai Kekinian Karya UMKM Lokal Percantik Kawasan Danau Lut Tawar

15 Mei 2026 - 14:40 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara

14 Mei 2026 - 20:42 WIB

Pendampingan Intensif PNM Dorong Kemandirian Ibu-Ibu Pelaku Usaha Mikro

14 Mei 2026 - 20:33 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

Pengamat: Usia Pesawat Bukan Penentu Keandalan dan Keselamatan

14 Mei 2026 - 11:01 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

Trending di ANJUNGAN