Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

EKOBIS

Pendampingan Intensif PNM Dorong Kemandirian Ibu-Ibu Pelaku Usaha Mikro

badge-check


 Pendampingan Intensif PNM Dorong Kemandirian Ibu-Ibu Pelaku Usaha Mikro Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Upaya pemberdayaan perempuan prasejahtera terus diperkuat PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program pendampingan usaha yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Tidak hanya memberikan akses pembiayaan, PNM juga aktif membina jutaan pelaku usaha ultra mikro agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Selama ini, masih banyak perempuan pelaku usaha kecil yang menghadapi kendala dalam mengakses layanan keuangan. Keterbatasan pemahaman, rasa takut memulai usaha, hingga minimnya pendampingan menjadi tantangan yang kerap dihadapi masyarakat prasejahtera.

Melalui pendekatan langsung ke lingkungan masyarakat, PNM menghadirkan pola pembinaan yang tidak sekadar berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga penguatan mental dan kemampuan usaha nasabah.

Peran tersebut dijalankan oleh puluhan ribu Account Officer (AO) PNM yang secara rutin mendatangi nasabah setiap pekan. Kehadiran AO dinilai menjadi ujung tombak pemberdayaan karena tidak hanya mendampingi pengelolaan usaha, tetapi juga memberikan motivasi dan edukasi keuangan sederhana.

Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani, L. Dodot Patria Ary, mengatakan pola pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan masyarakat prasejahtera.

“AO hadir secara rutin di tengah masyarakat untuk mendampingi nasabah dalam membangun keberanian berusaha, meningkatkan disiplin, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurut dia, melalui pertemuan kelompok yang dilakukan secara berkala, para nasabah memperoleh pembelajaran sederhana terkait pengelolaan usaha dan tanggung jawab keuangan. Kegiatan itu juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarpelaku usaha perempuan sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Saat ini, layanan PNM telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia dengan dukungan 3.655 kantor layanan yang melayani sekitar 22,9 juta pelaku usaha ultra mikro.

PNM menilai keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian pinjaman modal. Pendampingan langsung dan edukasi berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting agar usaha masyarakat dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan berdaya tahan.

Karena itu, layanan PNM juga mencakup berbagai aktivitas pembinaan lapangan, mulai dari edukasi usaha sederhana, penguatan kelompok perempuan, hingga kunjungan rutin untuk memantau perkembangan usaha nasabah.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri khas PNM dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Fokusnya tidak hanya pada pembiayaan, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi perempuan prasejahtera agar mampu meningkatkan taraf hidup keluarga secara bertahap.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM terus memperluas layanan keuangan inklusif sekaligus menghadirkan dampak sosial nyata bagi jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028

23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di EKOBIS