Menu ✖

Mode Gelap
Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026 Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026

EKOBIS

Bappenas Sebut PTPN I Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Energi

badge-check


 Kerja sama Bappenas dan PTPN I Perbesar

Kerja sama Bappenas dan PTPN I

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy menyebutkan bahwa PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memiliki domain strategis pada program Ketahanan Pangan dan Energi yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Pernyataan ini disampaikannya di sela acara penanda tanganan naskah nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/26).

Rachmat mengungkapkan, tiga program swasembada yang diakselerasi Presiden Prabowo, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air bersinggungan langsung dengan bisnis agro yang dijalankan PTPN I.

“Peran PTPN I dalam mendukung terwujudnya tiga bidang target swasembada itu sangat besar,” ucapnya.

“Kita tahu, Bapak Presiden mencanangkan swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditanda tangani hari ini, adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao.”

Naskah Nota Kesepahaman ditandatangani bersama oleh Direktur Utama PTPN I (Persero) Teddy Yunirman Danas dan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti disaksikan Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy dan Direktur Utama Holding PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi PTPN I (Persero) dalam membangun pondasi industri yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global demi memperkuat nilai tambah di dalam negeri.

Teddy menegaskan, masa depan perkebunan Indonesia tidak boleh lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah.

“PTPN I telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang untuk memastikan setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang massif,” ujar Teddy.

Khusus untuk komoditas kelapa, PTPN I memproyeksikannya sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektar.

Kebun seluas itu akan didukung enam unit pabrik pengolahan di berbagai wilayah potensial di Indonesia.

Untuk komoditas kopi, PTPN I (Persero) menyiapkan lahan 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan.

Pabrik ini akan memproduksi kopi premium yang memiliki ketelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat di pasar internasional.

Sedangkan untuk komoditas kakao diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia.

“Melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan,” katanya.

Teddy menyatakan bahwa seluruh rencana ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, yang menekankan pada pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Rachmat menyambut baik inisiatif ini dan menekankan bahwa kolaborasi riset serta inovasi akan menjadi kunci dalam penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practices).

“Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar

8 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Trending di EKOBIS