Wartatrans.com, JAKARTA – Gangguan perjalanan kereta api akibat banjir di wilayah Pekalongan berdampak pada arus keberangkatan kereta dari Jakarta.
Hingga Selasa (20/1/2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta telah mengembalikan dana pembatalan tiket pelanggan sebesar Rp1,2 miliar.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan nilai pengembalian tersebut masih berpotensi bertambah. Hal ini seiring kebijakan KAI yang memberikan kelonggaran pembatalan tiket hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan maupun pembatalan perjalanan.
“Sejak 17 hingga 20 Januari, tercatat sebanyak 3.065 tiket dibatalkan pelanggan. Pengembalian dana yang sudah kami salurkan dan diterima pelanggan mencapai Rp1,2 miliar dan jumlah ini masih bisa meningkat karena masa pembatalan masih berlangsung,” kata Franoto, Selasa.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, pembatalan tiket terbanyak terjadi pada perjalanan dari Stasiun Gambir dengan sekitar 1.300 tiket. Sementara itu, dari Stasiun Pasar Senen tercatat sebanyak 556 tiket dibatalkan.
Dalam periode yang sama, sebanyak 37 perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen terpaksa dibatalkan akibat terganggunya lintas kereta di wilayah terdampak banjir.
Franoto menjelaskan, pembatalan perjalanan dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Menurutnya, KAI berkomitmen memenuhi seluruh hak pelanggan yang terdampak.
“Kami memahami dampak yang dirasakan pelanggan. Oleh karena itu, KAI memastikan seluruh hak pelanggan dipenuhi secara utuh, termasuk pengembalian bea tiket tanpa potongan,” ujarnya.
KAI mengimbau pelanggan terdampak untuk memanfaatkan layanan pengembalian bea tiket yang dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah tanggal keberangkatan. Proses pengembalian dapat dilakukan melalui Customer Service di stasiun, Contact Center KAI 121, maupun aplikasi Access by KAI.
Franoto menambahkan, KAI terus melakukan upaya pemulihan operasional agar layanan kereta api kembali berjalan normal, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.(****)






















