Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Tinjau Lokasi Kebakaran Muara Angke, Pastikan Penanganan dan Bantuan Tepat Sasaran Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak  KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

Uncategorized

Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Kute Reje Gotong Royong Bangun Huntara

badge-check


 Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Kute Reje Gotong Royong Bangun Huntara Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Hingga akhir Januari 2026, warga Kute Reje, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, masih menanti kepastian bantuan rumah hunian sementara (huntara) dari pemerintah.

Harapan itu kian mendesak mengingat bulan Ramadhan sudah di depan mata, sementara sebagian warga masih bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

Bagi masyarakat setempat, Ramadhan adalah bulan untuk menenangkan diri dan memperbanyak ibadah.

Namun, ketiadaan tempat tinggal yang layak membuat ketenangan itu sulit dirasakan.

“Bagaimana bisa ibadah dengan tenang kalau rumah tidak ada,” keluh salah seorang warga.

Warga Bangun Huntara Seadanya
Karena diminta meninggalkan tenda pengungsian lama, warga Kute Reje terpaksa membangun hunian sementara secara mandiri di lokasi baru. Hunian tersebut berdiri di atas tanah pinjaman milik warga setempat, dengan bahan seadanya dan dikerjakan secara gotong royong.

Pemindahan dari lokasi pengungsian dilakukan perlahan. Sebagian warga yang masih memiliki keluarga lengkap dan kemampuan ekonomi terbatas mencoba membangun lebih dulu. Sementara itu, warga sebatang kara, para ibu tanpa suami, dan warga tanpa orang tua belum mampu pindah sepenuhnya.

“Kalau bahan sudah terkumpul, warga lain akan membantu membangun. Ibu-ibu tanpa suami dan warga yang tidak punya orang tua dibangunkan bersama-sama,” ujar warga setempat dengan mata berkaca-kaca.

Belum Terlihat Peran Pemerintah
Sampai saat ini 2 februari 2026, belum terlihat aktivitas pembangunan huntara dari pihak pemerintah di wilayah terdampak.

Tidak ada alat berat, tidak ada material, dan tidak ada tanda-tanda pengerjaan.

Yang tampak justru warga yang sibuk membangun rumah sementaranya sendiri, di sela-sela kehidupan pengungsian.

Padahal, empat desa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kemukiman Wih Disun Jamat masih berjuang memulihkan diri. Mereka tidak berteriak, tidak meminta-minta, dan memilih bertahan dengan kemampuan sendiri.

Warga hanya berharap satu hal: jangan perlambat bantuan. Jika bantuan memang ada, mereka membutuhkannya sekarang, bukan nanti. Ramadhan sudah dekat, dan mereka hanya ingin menjalani ibadah dengan tenang di bawah atap yang layak.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak 

27 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM