Menu

Mode Gelap
UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

EKOBIS

Bersama Airnav, Ribuan Pelari Rayakan Hari Penerbangan Sipil Internasional di Makassar

badge-check


					Airnav Runway Run 2025 Perbesar

Airnav Runway Run 2025

Wartatrans.com, MAKASSAR — Perhelatan Runway Run 2025 yang digelar AirNav Indonesia di Port Rotterdam Makassar, Ahad (7/12/225).

Ini digelar dalam memeringati Hari Penerbangan Sipil Internasional, Ahad (7/12/2025), disambut antusiasme tinggi masyarakat pecinta olahraga lari.

Ribuan peserta dar pelbagai kota di Indonesia hadir memeriiahkan even tersebut.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno mengklaim, momentum ini menjadi salah satu perayaan Hari Penerbangan Sipil Internasional yang paling meriah di Indonesia.

“Tak kurang 3.500 pelari dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kegiatan yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan kampanye keselamatan penerbangan ini,” tutur Capt. Avirianto

Menurutnya, selain menjadi perayaan Hari Penerbangan Sipil Internasional, Runway Run 2025 juga dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk mengajak publik memahami berbagai potensi gangguan terhadap keselamatan penerbangan yang bersumber dari aktivitas masyarakat yang kerap dianggap sepele.

”Gangguan tersebut, antara lain meliputi penerbangan layang-layang, pelepasan balon udara secara bebas, penggunaan laser, hingga pengoperasian drone tanpa izin. Tanpa disadari, seluruh aktivitas yang kerap dianggap sepele masyarakat ini dapat membahayakan pesawat dan keselamatan penerbangan,” urainya.

Melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan, dia menambahkan, Run Way Run menjadi jembatan antara dunia navigasi penerbangan dan masyarakat.

Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama.

”Runway Run adalah cara kami mendekatkan dunia navigasi penerbangan kepada masyarakat. Saat ini masih ada aktivitas berisiko di sekitar bandara, seperti layang-layang, drone tanpa izin, balon udara liar, maupun penggunaan laser. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga ruang udara demi keselamatan penerbangan,” ujar Capt. Avirianto.

Sebagaimana diketahui, tiga kategori lari yang dibuka, yaitu 2K, 5K, dan 10K, terjual habis (sold out) dalam kurun waktu yang relastif singkat. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Bahkan, tidak hanya warga Makassar, pelari dari sejumlah kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Palangkaraya, Surabaya, Balikpapan, Bali, dan sejumlah kota lain di Indonesia turut hadir.

Run Way Run yang dikonsep dengan mengedepankan kekhasan budaya Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, terbukti menjadi magnet bagi para pecinta lari dan publik yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

Suasana antusias terlihat sejak flag off pukul 05.30 WITA, ketika ribuan pelari mulai bergerak bersama dalam suasana pagi yang segar dan tertib.

Kehadiran peserta dari berbagai kota memperkuat posisi Runway Run sebagai even yang diminati secara nasional.

Beragam pengalaman pun disampaikan peserta, salah satunya adalah Latif, dari Yogyakarta. Pelari berusia 55 tahun itu mengaku sengaja bertolak dari kampung halamannya, khusus untuk mengikuti Run Way Run 2025.

”Karena saya datang ke Kota Makassar bersama keluarga, kami ambil kategori Family 2K. Kami kebetulan menyukai olahraga lari dan kebetulan belum pernah ke Makassar. Jadi selain berolahraga dan dapat pengetahuan baru tentang dunia penerbangan dari Airnav Indonesia, kami juga ingin menikmati pariwisata di Makassar yang terkenal banyak kulenar enak,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Andre, peserta asal Jakarta, yang datang ke Makassar bersama rekan-rekannya sesama komunitas pelari. ”Run Way Run Makassar ini unik dan edukatif. Saya senang bisa ikut sekaligus belajar tentang keselamatan penerbangan. Sangat menarik,” ujar pelari 32 tahun yang mengambil kategori 10K itu.

Demikian pula yang diungkapkan Hermawanyah, peserta asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pria 52 tahun yang cukup fanatif dengan olahraga lari ini mengaku kerap mengikuti even sejenis di sejumlah daerah.

”Jadi, begitu registrasi dibuka, saya langsung mendaftar, langsung ambil yang 10K. Jangan sampai ketinggalan. Ini even paling unik yang baru saya ikuti. Tidaka hanya berolahraga, tetapi juga ada unsur edukasi yang cukup membuka wawasan bagi saya untuk lebih mengenal dunia penerbangan. Suasananya meriah dan penuh energi positif. Senang bisa merayakan Hari Penerbangan Sipil Internasional seperti ini,” ujar lelaki yang juga penyuka olahraga bersepeda itu.

Tidak hanya disuguhkan beragam hadiah hiburan, di garis finish, para pelari juga disuguhkan oenampilan spektakuler band ibu kota, J-Rocks.

Selama sekitar satu jam penuh, band bergenre Japanese Rock itu menggoyang venue Run Way Run 2025 Makassar. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta

2 Januari 2026 - 07:57 WIB

Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

1 Januari 2026 - 18:14 WIB

Hadiah Tahun Baru 2026, Klinik Utama SMM Raih Akreditasi Paripurna dari Kemenkes

1 Januari 2026 - 17:51 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Jaga Stabilitas Arus Kapal dan Barang Sepanjang 2025 di Tengah Tantangan Logistik

1 Januari 2026 - 17:47 WIB

Ini Pesan Kemenhub Usai Teken Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO 2026

1 Januari 2026 - 17:10 WIB

Trending di ANJUNGAN