Menu

Mode Gelap
Koordinasikan Angleb, Menhub Dudy Bertemu Wagub DIY Bupati Bogor Rudy Susmanto Tuntaskan 516 Km Jalan dalam Setahun Top, PELNI Gagalkan Penyelundupan 114 Satwa Langka Asli Papua Menagih “Manis di Bibir” Bupati Lucky Hakim: Antara Retorika Audit Dana Desa, Tata Ruang, Banjir, dan Realita Pelantikan Kuwu Kecelakaan pada Penerbangan ke Long Bawan, Pilot Pelita Air Meninggal Dunia DAMRI Perkuat Konektivitas Bandara dan Antar Kota Selama Long Weekend Imlek 2026

EKOBIS

Bersama Rel, Pupuk Sampai ke Sawah: KAI Menggerakkan Harapan Petani dan Ketahanan Pangan Indonesia

badge-check


 Bersama Rel, Pupuk Sampai ke Sawah: KAI Menggerakkan Harapan Petani dan Ketahanan Pangan Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan pupuk mencapai 17.730 ton sepanjang Januari–Oktober 2025.

KAI memastikan pasokan pupuk bergerak teratur menuju berbagai sentra pertanian melalui layanan logistik berbasis kereta api yang efisien dan andal. Mei menjadi bulan dengan volume tertinggi, yaitu 4.110 ton, disusul Januari dengan 3.810 ton, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan petani saat memasuki musim tanam.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa angkutan pupuk berperan penting dalam penguatan aktivitas ekonomi sektor pertanian. Distribusi yang lancar memberikan efisiensi biaya bagi produsen dan distributor. Mobilitas komoditas yang stabil membantu menjaga dinamika pasar, sehingga perputaran ekonomi di daerah-daerah agraris tetap bergerak positif.

Manfaat angkutan pupuk ini semakin terasa di tingkat masyarakat. Pasokan yang tiba tepat waktu membuat petani dapat merencanakan penanaman dengan lebih pasti. Pupuk yang tersedia mendukung kesuburan tanah, memperbaiki kualitas panen, serta membantu petani menjaga pendapatan keluarga. Stabilitas pasokan ini memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Di tingkat nasional, kelancaran distribusi pupuk berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan. Pasokan pupuk yang terdistribusi merata mendukung peningkatan produksi pertanian dan membantu pemerintah menjaga suplai bahan pangan. Peran ini menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian pangan Indonesia di tengah berbagai tantangan produksi dan kebutuhan yang terus berkembang.

KAI mengoperasikan angkutan pupuk melalui jaringan rel yang menghubungkan kawasan pabrik, pelabuhan, dan berbagai wilayah pertanian. Moda kereta api memiliki keunggulan dalam kapasitas besar, ketepatan waktu, dan efisiensi energi. Keunggulan ini menjadikan kereta api sebagai moda strategis untuk komoditas pertanian yang membutuhkan distribusi cepat dan terencana.

Kolaborasi antara KAI, produsen pupuk, serta pemerintah terus diperkuat. Perencanaan muatan, integrasi data, dan koordinasi lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok pupuk. Melalui sinergi tersebut, kebutuhan petani di berbagai daerah dapat dipenuhi sesuai musim dan jadwal tanam.

“KAI berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui layanan logistik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Setiap perjalanan pupuk yang diangkut membawa dampak bagi petani, daerah, dan masa depan pangan negeri,” tambah Anne.

Layanan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KAI terhadap pembangunan ekonomi daerah serta keberlanjutan sektor pangan nasional.

“Ketika pupuk tiba tepat waktu, petani bisa menanam dengan tenang, hasil panen meningkat, dan keluarga di desa-desa memiliki harapan baru. Di setiap perjalanan pupuk yang kami layani, ada harapan untuk tanah yang lebih subur dan masa depan pangan yang lebih kuat,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenhub Selesaikan Rekomendasi BPK

19 Februari 2026 - 13:26 WIB

Sambut Ramadan dengan Kehangatan Bersama InJourney Hospitality

19 Februari 2026 - 13:11 WIB

Meruorah Komodo Hadirkan “Nusantara Culinary Journey”, Destinasi Iftar Terbaik di Labuan Bajo

19 Februari 2026 - 11:58 WIB

Peringati Bulan K3 Nasional, IPC TPK Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan

18 Februari 2026 - 17:42 WIB

SPJM Terapkan Operational Excellence 24 Jam Demi Layanan Optimal di Sungai Mahakam

18 Februari 2026 - 16:05 WIB

Trending di ANJUNGAN