Menu

Mode Gelap
KAI Sederhanakan Nama Kereta Semarang-Gambir, Argo Muria hingga Merbabu Jadi KA Muria Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari Commuter Run 2026 Kembali Digelar KAI Commuter Lakukan Edukasi dan Sosialisasi layanan Commuter Line Melalui Event Lari 11 Juta Warga Indonesia Jadi Komuter, KAI Catat 242,9 Juta Pelanggan hingga Juli 2026 Gajian Tiba, Waktunya Jalan-Jalan! Ada Diskon 20% dari DAMRI Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

KABIN

Kecelakaan pada Penerbangan ke Long Bawan, Pilot Pelita Air Meninggal Dunia

badge-check


 Pesawat Pelita Air Perbesar

Pesawat Pelita Air

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan, pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan, Kamis (19/2/2026).

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa, pesawat berangkat dari Bandara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina.

“Dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA),” ujarnya.

Pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA).

Namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut satu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.

“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Lukman.

Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

23 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bakal Diterbangi dari Bandara Husein

22 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:40 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores NTT

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival

19 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Bandara Ngurah Rai Bali Mulai Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antarterminal

19 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Trending di BANDARA