Menu

Mode Gelap
PTPN I Tempuh Restorative Justice, Mujiran Bebas dari Tuntutan Hukum Jelang Idul Adha, Kapal PELNI Angkut 825 Sapi dari Kupang ke Jakarta Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Guantibmas dan Kejahatan Jalanan Patroli Cipta Kondisi Stasioner Ciptakan Rasa Aman dan Cegah Gangguan Kamtibmas Puncak Ibadah Haji 1447 H, DAMRI Telah Layani 72 Ribu Jemaah pada Fase Keberangkatan di Berbagai Embarkasi Indonesia KCIC Beri Cashback hingga 50 Persen untuk Tiket PP Whoosh Saat Libur Panjang

KABIN

Kecelakaan pada Penerbangan ke Long Bawan, Pilot Pelita Air Meninggal Dunia

badge-check


 Pesawat Pelita Air Perbesar

Pesawat Pelita Air

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan, pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan, Kamis (19/2/2026).

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa, pesawat berangkat dari Bandara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina.

“Dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA),” ujarnya.

Pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA).

Namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut satu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.

“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Lukman.

Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Pelita Air dan Partner Lifestyle Buka Peluang Baru bagi Pelaku Bisnis Wisata

25 Mei 2026 - 16:25 WIB

PPSDMPU Perkuat Standar Pelatihan Penerbangan Global Lewat Reassessment ACI di Bali

24 Mei 2026 - 16:50 WIB

Ada Gangguan Listrik, Bandara-bandara InJourney Airports di Sumatera Tetap Siaga dan Beroperasi

23 Mei 2026 - 15:30 WIB

Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional Sistem Navigasi Penerbangan Nasional

22 Mei 2026 - 20:09 WIB

GMFI Bukukan Laba USD33,9 Juta, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis

22 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi V DPR Apresiasi Kesiapan Operasional Sistem Navigasi Penerbangan Nasional AirNav

22 Mei 2026 - 18:00 WIB

Sukses, InJourney Airports Tuntaskan Fase Keberangkatan Jemaah Haji

22 Mei 2026 - 12:15 WIB

Ayo Serbu, Ada 300 Ribu Kursi Penerbangan Garuda Harga Spesial di SOTF

21 Mei 2026 - 16:39 WIB

AirNav Tegaskan Penanganan Gangguan Sinyal Navigasi Selalu Siap

20 Mei 2026 - 18:23 WIB

YIA jadi Embarkasi Haji Perdana, Layani Lebih dari 9.000 Jemaah

20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Trending di BANDARA