Menu

Mode Gelap
34 Paus Pilot Diselamatkan dari Terdampar di Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati KAI Services Hadirkan Menu Spesial Loko Café di Kuliner Kereta untuk Angleb 2026 Direktur Utama KAI Tinjau Layanan Pelanggan di Cirebon pada Posko Angkutan Lebaran 2026 Hari Musik Nasional 2026 Jadi Momentum Refleksi Lewat Single “Diri Sebenarnya” Panji Sakti PELNI Angkut 1.230 Pemudik Gratis Balikpapan-Surabaya, “Mudik Nyaman Bersama” H-8 Lebaran, Arus Pemudik Penyeberangan dari Jawa ke Sumatera Terus Mengalir

PERISTIWA

Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan

badge-check


 Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan Perbesar

Wartatrans.com, SAMBAS — Sebuah bunga langka Rafflesia hasseltii ditemukan mekar sempurna di Hutan Lindung Gunung Raya, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, pada 29 Juni 2025. Penemuan ini dilakukan oleh Agri Aditya dan rekannya saat melakukan ekspedisi kecil di kawasan tersebut.

Di lokasi tersebut terdapat enam bakal bunga, namun hanya satu yang berhasil mekar. Bunga berwarna merah marun dengan pola bercak kontras itu mengeluarkan aroma menyengat khas Rafflesia, mekanisme alami untuk menarik serangga penyerbuk.

Rafflesia hasseltii dikenal sebagai salah satu spesies paling dramatis dalam keluarga Rafflesiaceae dan sebelumnya menjadi objek penelitian internasional selama 13 tahun oleh ilmuwan dari Oxford, Universitas Bengkulu, dan komunitas pecinta puspa langka. Bunga ini memiliki siklus hidup panjang—sekitar satu tahun dari bakal bunga hingga mekar—namun hanya bertahan sekitar tujuh hari sebelum membusuk.

Kemunculan Rafflesia di Temajuk menegaskan bahwa ekosistem kawasan hutan tersebut masih terjaga meski terdesak ekspansi lahan. Rafflesia yang sepenuhnya bergantung pada tumbuhan inang Tetrastigma hanya dapat hidup di hutan yang sehat.

Penemuan ini mendapat perhatian luas karena menunjukkan bahwa Kalimantan Barat masih menyimpan keanekaragaman hayati penting yang rentan punah. Para pemerhati lingkungan berharap temuan ini menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan menentukan keberlangsungan spesies langka seperti Rafflesia.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

34 Paus Pilot Diselamatkan dari Terdampar di Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati

15 Maret 2026 - 03:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Berikan Harga Khusus Avtur Dukung Kelancaran Penerbangan Masa Libur Idul Fitri 2026

14 Maret 2026 - 16:20 WIB

SEUSAMA Audiensi ke BPKH, Ajukan Pembangunan 15 Balai Pengajian di Aceh Utara

14 Maret 2026 - 16:09 WIB

Bupati Cilacap Ditangkap KPK, Jateng Hattrick Kasus Dugaan Korupsi

14 Maret 2026 - 11:58 WIB

Hasil RUPS Tahunan Tahun 2026 PT Federal International Finance

14 Maret 2026 - 06:07 WIB

Menuju Zero Accident, Terminal Teluk Lamong Gelar Safety Forum 2026

14 Maret 2026 - 05:42 WIB

Tidak Masuk Daftar Terdampak Bencana, Alumni FTUI Bangun Huntara di Desa Gewat, Linge Aceh Tengah

13 Maret 2026 - 23:44 WIB

Cek Arus Mudik, PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

13 Maret 2026 - 20:56 WIB

Transformasi Layanan Dongkrak Kinerja, Operasional IPCC Tumbuh 13,53 Persen

13 Maret 2026 - 20:31 WIB

DAMRI Berangkatkan Peserta Mudik dari Universitas Indonesia melalui Program TJSL

13 Maret 2026 - 16:21 WIB

Trending di JALUR