Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Pemberontakan Sunyi Ki Hajar Dewantara Melalui Pendidikan InJourney Airports Januari-April Tambah 53 Rute Penerbangan, Perkuat Konektivitas Kolagen Tuna Menjalari Industri Makanan dan Kecantikan Mantap! Nilai Ekspor Industri Tuna Tembus US$ 1 Miliar Ratusan Buket Bunga Penuhi Stasiun Bekasi Timur, Warga Doakan Korban Tragedi KRL–Argo Bromo Anggrek KAI Perbarui Penanganan Korban Bekasi Timur: 76 Pelanggan Pulang, 24 Masih Dirawat

PERISTIWA

34 Paus Pilot Diselamatkan dari Terdampar di Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati

badge-check


 34 Paus Pilot Diselamatkan dari Terdampar di Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Puluhan paus pilot sempat terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Melalui aksi cepat berbagai pihak, sebanyak 34 ekor paus berhasil digiring kembali ke laut, sementara 21 lainnya ditemukan dalam kondisi mati.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama aparat keamanan, organisasi konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat bergerak cepat menyelamatkan kawanan paus pilot yang terdampar di wilayah tersebut pada 9–10 Maret 2026.

Peristiwa ini bermula pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 17.15 WITA ketika Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilayah Kerja Rote Ndao menerima laporan dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Pulau Rote mengenai kemunculan kawanan paus di Pantai Batutua.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Lanal bersama Polsek Rote Barat Daya segera melakukan upaya penggiringan paus kembali ke laut menggunakan kapal.

Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.30 WITA, sebagian kawanan paus kembali terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni. Aparat bersama masyarakat setempat kembali berupaya menyelamatkan paus dengan menggiringnya ke perairan yang lebih dalam.

Upaya penyelamatan semakin intensif pada Selasa (10/3/2026) pagi. Tim Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilker Rote Ndao bersama organisasi konservasi Thrive Conservation dan Blue Forest tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WITA.

Mereka kemudian bergabung dengan personel Lanal Pulau Rote, Polsek Rote Barat Daya, pemerintah desa, serta masyarakat untuk melakukan evakuasi dan pelepasliaran paus yang masih hidup.

Dari total sekitar 55 ekor paus pilot yang terdampar, sebanyak 34 ekor berhasil diselamatkan dan kembali ke laut. Sementara itu, sekitar 21 ekor lainnya ditemukan mati, terdiri dari 8 jantan dan 13 betina. Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya merupakan anakan dan 17 individu dewasa.

Tim kemudian melakukan identifikasi, pengukuran, serta nekropsi terhadap paus yang mati guna kepentingan pencatatan dan kajian ilmiah untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Hasil identifikasi menunjukkan mamalia laut tersebut merupakan Paus Pilot Sirip Pendek (Short-finned Pilot Whale / Globicephala macrorhynchus), yang termasuk satwa laut dilindungi. Pengukuran sementara menunjukkan panjang individu terbesar mencapai 5,1 meter dengan jenis kelamin jantan, sementara individu terkecil berukuran sekitar 2,4 meter.

Untuk mencegah dampak lingkungan, bangkai paus yang mati kemudian dikuburkan. Tim berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang mengerahkan alat berat dari Dinas PUPR berupa satu unit ekskavator.

Ekskavator tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA dan proses penguburan bangkai paus berlangsung hingga pukul 19.30 WITA. Selama proses tersebut, masyarakat juga diimbau agar tidak mengambil atau mengonsumsi bagian tubuh paus karena satwa tersebut merupakan biota laut yang dilindungi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam upaya penyelamatan tersebut.

“KKP mengapresiasi sinergi aparat, pemerintah daerah, organisasi konservasi, dan masyarakat yang bergerak cepat melakukan penyelamatan paus pilot yang terdampar di Rote Ndao. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian biota laut yang dilindungi sekaligus memastikan penanganan satwa laut dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (13/3).

Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk. Ia menilai kerja sama lintas pihak menjadi faktor penting dalam penanganan peristiwa mamalia laut terdampar.

“Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga ekosistem laut kita. Kami mengapresiasi respon cepat dari KKP melalui Balai Pengelolaan Kelautan Kupang serta seluruh unsur yang terlibat,” kata Paulus.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, menjelaskan bahwa fenomena paus terdampar secara massal dapat dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya ikatan sosial yang kuat antar paus, gangguan sistem navigasi akibat kebisingan di laut, kondisi pantai yang landai, hingga faktor kesehatan maupun lingkungan.

Menurutnya, penyebab pasti kejadian ini masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.

Upaya penyelamatan dan penanganan paus terdampar ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya penguatan perlindungan keanekaragaman hayati laut serta kolaborasi multipihak dalam menjaga kesehatan ekosistem laut Indonesia.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Halimah Munawir: Pemberontakan Sunyi Ki Hajar Dewantara Melalui Pendidikan

2 Mei 2026 - 20:39 WIB

Terjadi Lagi Kecelakaan Kereta Api, 4 Penumpang Meninggal Dunia

2 Mei 2026 - 10:26 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Langsung Pemusnahan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar

30 April 2026 - 14:25 WIB

Gandeng Panama, Taruna Pelayaran Kemenhub Berpeluang Magang & Studi ke Luar Negeri

29 April 2026 - 11:03 WIB

Menteri PPPA Usulkan Kereta Khusus Wanita di Tengah Rangkaian KRL

29 April 2026 - 06:14 WIB

Kepala BPSDMP Lepas 476 Pelaut Lulusan BP3IP Jakarta

28 April 2026 - 19:25 WIB

Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Kota Bekasi

28 April 2026 - 11:28 WIB

Pinisepuh Sunda Halimah Munawir Sampaikan Ucapan Selamat atas Penugasan Negara Dewan Pakar MMS

28 April 2026 - 08:09 WIB

DPC Partai Demokrat Semarang Adakan Konsolidasi Penguatan Kader dan Siap Dengan Giat Lainnya

27 April 2026 - 17:57 WIB

Subkhi “Smart” Muralis Magelang Borong Prestasi April, Karya Dipuji Namun Tetap Dikritisi

26 April 2026 - 13:44 WIB

Trending di PERISTIWA