Menu

Mode Gelap
Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 20,28 Persen, Capai 3,43 Juta Ton hingga Juli 2026 Banggar DPRD Madina Sampaikan 20 Rekomendasi dalam Persetujuan Bersama LPJ APBD 2025 Bupati Aceh Tengah Beri Arahan dan Motivasi kepada Paskibraka DAMRI Raih Transportasi Indonesia Awards 2026, Bukti Komitmen Perkuat Konektivitas Nasional Delegasi Madagaskar Kunjungi IPC TPK, Modernisasi Bongkar Muat Berbasis Digital Jadi Sorotan Satgas PPA Aceh Tengah Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

SENI BUDAYA

Diding Boneng Tutup Usia, Jejak Tawa dan Dedikasinya Tetap Hidup di Dunia Hiburan

badge-check


 Diding Boneng Tutup Usia, Jejak Tawa dan Dedikasinya Tetap Hidup di Dunia Hiburan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Dunia seni dan hiburan Tanah Air kembali diselimuti duka. Aktor senior sekaligus komedian Diding Boneng, yang juga dikenal dengan nama Diding Zetta, meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) pagi. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun setelah lama berjuang melawan penyakit asma.

Kepergian seniman bernama asli Zainal Abidin tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seprofesi, murid, serta para penggemarnya. Selama puluhan tahun berkarya, Diding Boneng menjadi salah satu figur yang akrab di dunia perfilman dan televisi Indonesia.

Kabar duka itu beredar luas melalui pesan yang diterima sejumlah awak media. Dalam pesan tersebut, keluarga dan sahabat memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah sahabat kami, Diding ZeTa, pada pagi ini. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Selamat jalan Bung Diding,” demikian pesan belasungkawa yang beredar.

Diding dikenal memiliki karakter komedi yang khas. Kehadirannya di layar kerap menghadirkan suasana hangat dan mengundang tawa. Beragam peran yang dimainkan sepanjang perjalanan kariernya membuat sosoknya melekat dalam ingatan masyarakat, khususnya penikmat film dan program hiburan Indonesia.

Namun kiprah Diding tidak hanya berhenti sebagai aktor dan komedian. Di balik perjalanan panjangnya di dunia hiburan, ia juga dikenal memiliki kepedulian besar terhadap regenerasi seniman. Diding aktif membagikan pengalaman serta pengetahuan seni peran kepada generasi muda.

Kenangan mengenai dedikasi tersebut turut disampaikan keluarga besar **Sanggar Perkasa** melalui akun Instagram resmi mereka. Dalam unggahan itu, Diding dikenang sebagai sosok yang tulus mendampingi para murid dan tidak pernah lelah memberikan motivasi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar @sanggar_perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Opa @didingasli.”

Sanggar Perkasa juga menyampaikan penghargaan atas ilmu, pengalaman, dan semangat yang telah diwariskan almarhum kepada anak-anak didiknya.

“Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah Opa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami.”

Ucapan duka dari berbagai kalangan pun terus mengalir. Rekan sesama seniman, murid, hingga penggemar mengenang Diding sebagai pribadi yang hangat, rendah hati, dan memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan dunia seni.

Sebelum berpulang, kondisi kesehatan Diding sempat menjadi perhatian. Pada Februari 2026, ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat serangan asma akut. Penyakit tersebut telah dideritanya selama beberapa tahun dan membuat aktivitasnya di dunia hiburan semakin terbatas.

Meski kondisi kesehatan tidak selalu memungkinkan, Diding tetap berupaya menjalankan aktivitas seni. Ia masih meluangkan waktu untuk mengajar dan berbagi pengalaman kepada para generasi muda yang ingin menekuni dunia akting.

Kini, salah satu sosok yang pernah mewarnai perjalanan hiburan Indonesia itu telah berpulang. Namun karya, ilmu, serta tawa yang pernah ia hadirkan diyakini akan terus hidup dalam kenangan masyarakat.

Selamat jalan, Diding Boneng. Panggung boleh kehilangan salah satu penghiburnya, tetapi warisan seni dan semangat yang telah ditinggalkan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan dunia hiburan Indonesia. ***(byl/jasa)

Baca Lainnya

Tak Hanya Jago Adegan Laga, Ismi Melinda Taklukkan Tantangan Merapi Merbabu Trail Run

3 Agustus 2026 - 15:37 WIB

TISI Luncurkan Antologi Puisi Dwi Bahasa “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku”, Octavianus Masheka: Bahasa Daerah Bagian dari Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

3 Agustus 2026 - 08:41 WIB

Salman Yoga Akan Baca Puisi Bahasa Gayo pada Peluncuran Antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” di TIM Jakarta

2 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Salman Yoga S, Penyair Gayo yang Membawa Bahasa Ibu ke Panggung Sastra Nusantara

2 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Nanda Winar Sagita Wakili Aceh di Balige Writers Festival 2026, Angkat Kisah Sisingamangaraja XII dan Aceh

2 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Bincang Santai Sastra Puisi: Dari Kata-Kata Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan

2 Agustus 2026 - 14:04 WIB

SPEARS Band Tampil Memukau, Sound Of Campus Bekasi Jadi Ruang Ekspresi Musisi Muda

1 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Ireng Halimun dan Perjalanan Panjang Seni Lukis

1 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Memorial Nasirun: Ketika Sang Maestro Pergi, Karyanya Tetap Abadi

1 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Hilangnya Mapel Sastra di Sekolah Jadi Sorotan, Pelaku Sastra Dorong Penguatan Ekosistem Sastra

31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Trending di SENI BUDAYA