Menu

Mode Gelap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

PERISTIWA

Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan

badge-check


 Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan Perbesar

Wartatrans.com, SAMBAS — Sebuah bunga langka Rafflesia hasseltii ditemukan mekar sempurna di Hutan Lindung Gunung Raya, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, pada 29 Juni 2025. Penemuan ini dilakukan oleh Agri Aditya dan rekannya saat melakukan ekspedisi kecil di kawasan tersebut.

Di lokasi tersebut terdapat enam bakal bunga, namun hanya satu yang berhasil mekar. Bunga berwarna merah marun dengan pola bercak kontras itu mengeluarkan aroma menyengat khas Rafflesia, mekanisme alami untuk menarik serangga penyerbuk.

Rafflesia hasseltii dikenal sebagai salah satu spesies paling dramatis dalam keluarga Rafflesiaceae dan sebelumnya menjadi objek penelitian internasional selama 13 tahun oleh ilmuwan dari Oxford, Universitas Bengkulu, dan komunitas pecinta puspa langka. Bunga ini memiliki siklus hidup panjang—sekitar satu tahun dari bakal bunga hingga mekar—namun hanya bertahan sekitar tujuh hari sebelum membusuk.

Kemunculan Rafflesia di Temajuk menegaskan bahwa ekosistem kawasan hutan tersebut masih terjaga meski terdesak ekspansi lahan. Rafflesia yang sepenuhnya bergantung pada tumbuhan inang Tetrastigma hanya dapat hidup di hutan yang sehat.

Penemuan ini mendapat perhatian luas karena menunjukkan bahwa Kalimantan Barat masih menyimpan keanekaragaman hayati penting yang rentan punah. Para pemerhati lingkungan berharap temuan ini menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan menentukan keberlangsungan spesies langka seperti Rafflesia.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM