Menu ✖

Mode Gelap
H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

PERISTIWA

Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan

badge-check


 Bunga Reflesia Hasselttii Mekar Di Temajuk, Sambas – Keajaiban Langka Di Tengah Terdesaknya Hutan Perbesar

Wartatrans.com, SAMBAS — Sebuah bunga langka Rafflesia hasseltii ditemukan mekar sempurna di Hutan Lindung Gunung Raya, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, pada 29 Juni 2025. Penemuan ini dilakukan oleh Agri Aditya dan rekannya saat melakukan ekspedisi kecil di kawasan tersebut.

Di lokasi tersebut terdapat enam bakal bunga, namun hanya satu yang berhasil mekar. Bunga berwarna merah marun dengan pola bercak kontras itu mengeluarkan aroma menyengat khas Rafflesia, mekanisme alami untuk menarik serangga penyerbuk.

Rafflesia hasseltii dikenal sebagai salah satu spesies paling dramatis dalam keluarga Rafflesiaceae dan sebelumnya menjadi objek penelitian internasional selama 13 tahun oleh ilmuwan dari Oxford, Universitas Bengkulu, dan komunitas pecinta puspa langka. Bunga ini memiliki siklus hidup panjang—sekitar satu tahun dari bakal bunga hingga mekar—namun hanya bertahan sekitar tujuh hari sebelum membusuk.

Kemunculan Rafflesia di Temajuk menegaskan bahwa ekosistem kawasan hutan tersebut masih terjaga meski terdesak ekspansi lahan. Rafflesia yang sepenuhnya bergantung pada tumbuhan inang Tetrastigma hanya dapat hidup di hutan yang sehat.

Penemuan ini mendapat perhatian luas karena menunjukkan bahwa Kalimantan Barat masih menyimpan keanekaragaman hayati penting yang rentan punah. Para pemerhati lingkungan berharap temuan ini menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan menentukan keberlangsungan spesies langka seperti Rafflesia.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Trending di RAGAM