Wartatrans.com, KOLOM — Semuanya bermula dari sebuah obrolan ringan—tentang puisi, tentang rindu, tentang kemungkinan. Percakapan itu terjadi di Cairo, usai pembacaan puisi di panggung perjuangan penyair Merah Putih. Obrolan yang awalnya santai, berlanjut ke rumah, lalu menjelma menjadi niat yang lebih serius: berpuisi dan melahirkan sebuah buku.
Sang suami pun menyambut gagasan itu dengan penuh dukungan, bahkan siap menjadi sponsor. Rencana awal ditetapkan: Juni. Namun situasi geopolitik Timur Tengah tak bersahabat. Ketegangan Iran–Israel memanas. Jadwal diundur ke Juli, tetapi kembali tertunda ketika rudal menyasar salah satu negara Arab. Hati pun kecut, rasa waswas tak terelakkan.

Agustus sempat dipertimbangkan, namun aktivitas terlalu padat. Hingga akhirnya, takdir seolah berbicara dengan caranya sendiri.
Usai memenuhi “panggilan ke Baitullah” pada November 2025, sebuah ilham hadir dengan jernih: menerbitkan buku bertema pengembaraan batin di dua kota suci, Mekah dan Madinah. Sebuah perjalanan spiritual yang sesungguhnya telah berakar sejak haji bersama suami dan mertua pada tahun 1995.
Dari sanalah lahir buku Keagungan Kota Suci—kumpulan refleksi, doa, dan kontemplasi yang ditulis dengan kejujuran batin. Subhanallah, Allah memudahkan segalanya. Proses menulis mengalir, penerbitan berjalan lancar, hingga akhirnya buku itu resmi diluncurkan di Cairo.
Keajaiban belum berhenti. Atas kehendak-Nya pula, Atase Pendidikan dan Kebudayaan memfasilitasi agar Keagungan Kota Suci menjadi “penghuni” salah satu pusat peradaban ilmu pengetahuan dunia: Perpustakaan Alexandria, Mesir.
Bagi seorang penulis, ini bukan sekadar pencapaian, melainkan impian tertinggi—karya yang menemukan rumahnya di ruang abadi peradaban.
Januari 2026 pun menjadi bulan yang tak terlupakan. Sebuah kado yang benar-benar “Maha” pada usia 62 tahun. Bukti bahwa ketika Allah telah berkehendak, tak ada rencana manusia yang mampu menghalanginya.
Dari obrolan ringan, menjadi perjalanan spiritual. Dari niat sederhana, berujung pada jejak abadi. Sebuah kisah tentang keyakinan, kesabaran, dan keagungan takdir.***
Duren Sawit – 2026




















