Menu

Mode Gelap
Sulaiman Juned Akan Bahas Keaktoran dan Puisi di Workshop UNJA Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Penyumbang emas untuk pembelian pesawat RI 01. Wafat Perkuat Peran sebagai Flag State, Indonesia Partisipasi dalam Sidang IMO SSE ke-12 Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’ Naik Kereta Saat Lebaran 2026, Pelanggan KAI Bantu Tekan Emisi hingga Puluhan Juta Kg CO₂e

Uncategorized

Catatan Halimah Munawir: Dari Obrolan Ringan ke Perpustakaan Alexandria

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Dari Obrolan Ringan ke Perpustakaan Alexandria Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Semuanya bermula dari sebuah obrolan ringan—tentang puisi, tentang rindu, tentang kemungkinan. Percakapan itu terjadi di Cairo, usai pembacaan puisi di panggung perjuangan penyair Merah Putih. Obrolan yang awalnya santai, berlanjut ke rumah, lalu menjelma menjadi niat yang lebih serius: berpuisi dan melahirkan sebuah buku.

Sang suami pun menyambut gagasan itu dengan penuh dukungan, bahkan siap menjadi sponsor. Rencana awal ditetapkan: Juni. Namun situasi geopolitik Timur Tengah tak bersahabat. Ketegangan Iran–Israel memanas. Jadwal diundur ke Juli, tetapi kembali tertunda ketika rudal menyasar salah satu negara Arab. Hati pun kecut, rasa waswas tak terelakkan.

Agustus sempat dipertimbangkan, namun aktivitas terlalu padat. Hingga akhirnya, takdir seolah berbicara dengan caranya sendiri.

Usai memenuhi “panggilan ke Baitullah” pada November 2025, sebuah ilham hadir dengan jernih: menerbitkan buku bertema pengembaraan batin di dua kota suci, Mekah dan Madinah. Sebuah perjalanan spiritual yang sesungguhnya telah berakar sejak haji bersama suami dan mertua pada tahun 1995.

Dari sanalah lahir buku Keagungan Kota Suci—kumpulan refleksi, doa, dan kontemplasi yang ditulis dengan kejujuran batin. Subhanallah, Allah memudahkan segalanya. Proses menulis mengalir, penerbitan berjalan lancar, hingga akhirnya buku itu resmi diluncurkan di Cairo.

Keajaiban belum berhenti. Atas kehendak-Nya pula, Atase Pendidikan dan Kebudayaan memfasilitasi agar Keagungan Kota Suci menjadi “penghuni” salah satu pusat peradaban ilmu pengetahuan dunia: Perpustakaan Alexandria, Mesir.

Bagi seorang penulis, ini bukan sekadar pencapaian, melainkan impian tertinggi—karya yang menemukan rumahnya di ruang abadi peradaban.

Januari 2026 pun menjadi bulan yang tak terlupakan. Sebuah kado yang benar-benar “Maha” pada usia 62 tahun. Bukti bahwa ketika Allah telah berkehendak, tak ada rencana manusia yang mampu menghalanginya.

Dari obrolan ringan, menjadi perjalanan spiritual. Dari niat sederhana, berujung pada jejak abadi. Sebuah kisah tentang keyakinan, kesabaran, dan keagungan takdir.***

Duren Sawit – 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sulaiman Juned Akan Bahas Keaktoran dan Puisi di Workshop UNJA

8 April 2026 - 06:47 WIB

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

DAMRI Dukung Pemulangan Santri Pasca Idul Fitri 1447 H, Fasilitasi Perjalanan Aman dan Nyaman dari Jepara ke Berbagai Pesantren

7 April 2026 - 14:16 WIB

Ahmad Dhani Meyakini Faktor Rejeki Penentu Seorang Bisa Menjadi Penyanyi Populer

7 April 2026 - 05:09 WIB

Pekan Pertama Final Four Proliga 2026, Hasilnya Beragam

6 April 2026 - 19:24 WIB

Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

5 April 2026 - 17:49 WIB

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

5 April 2026 - 08:15 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM