Menu

Mode Gelap
Top 10 Stasiun KA Jarak Jauh Layani 23,15 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Pasar Senen Jadi yang Tersibuk Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Uncategorized

Halimah Munawir Apresiasi Resto Srengenge Wetan sebagai Ikon Cita Rasa Daerah

badge-check


 Halimah Munawir Apresiasi Resto Srengenge Wetan sebagai Ikon Cita Rasa Daerah Perbesar

Wartatrans.com, BANYUWANGI — Pengurus IWAPI Jakarta, Halimah Munawir ketika di Banyuwangi melakukan pertemuan dengan pemilik Srengenge Wetan, salah satu restoran andalan yang dikenal konsisten mengangkat cita rasa khas Banyuwangi.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya IWAPI Jakarta dan IWAPI Banyuwangi dalam memperkuat jejaring pelaku usaha perempuan, khususnya di sektor kuliner yang selama ini menjadi penopang utama UMKM daerah.

Srengenge Wetan dinilai berhasil mempertahankan keaslian rasa sekaligus beradaptasi dengan selera pasar modern tanpa meninggalkan identitas lokal.

Halimah Munawir menilai keberadaan restoran seperti Srengenge Wetan memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur membutuhkan pelaku usaha kuliner yang mampu menjadi “etalase rasa” daerah.

Halimah Munawir dan pemilik restoran Srengenge Wetan. Kolaborasi dia Pengurusan IWAPI. 

“Srengenge Wetan tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya Banyuwangi melalui cita rasa, penyajian, dan konsep yang kuat pada kearifan lokal,” ujar Halimah Munawir.

Srengenge Wetan dikenal menyajikan berbagai menu khas Banyuwangi dengan racikan bumbu tradisional, menggunakan bahan baku lokal, serta mengedepankan proses pengolahan yang menjaga autentisitas rasa. Konsistensi inilah yang membuat restoran tersebut menjadi rujukan wisata kuliner di Banyuwangi.

Dalam pertemuan tersebut, Halimah Munawir juga menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi pengusaha perempuan dan pelaku usaha kuliner dalam meningkatkan kualitas manajemen, pemasaran, serta daya saing UMKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong UMKM kuliner naik kelas, sekaligus memperluas kontribusi ekonomi perempuan di daerah.

Pemilik Srengenge Wetan yang juga pengurus IWAPI Banyuwangi menyambut baik dukungan IWAPI Jakarta dan berharap kolaborasi semacam ini dapat membuka peluang promosi yang lebih luas, termasuk penguatan branding kuliner khas Banyuwangi di tingkat regional maupun nasional.

IWAPI Banyuwangi dan Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengadvokasi pelaku usaha perempuan agar mampu berkembang secara berkelanjutan, berdaya saing, dan tetap berakar pada potensi lokal Banyuwangi.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

8 Juli 2026 - 14:59 WIB

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5

8 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya!

6 Juli 2026 - 09:39 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas

5 Juli 2026 - 19:34 WIB

Trending di EKOBIS