
Wartatrans.com, JAKARTA Di tengah tantangan transportasi perkotaan yang semakin kompleks, transformasi transportasi publik tidak lagi hanya berbicara tentang armada, tetapi juga tentang bagaimana layanan mampu tetap relevan, inklusif, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan

Berangkat dari semangat tersebut, DAMRI berpartisipasi dalam _Asia and the Pacific Transport Forum_ 2026 yang diselenggarakan oleh _Asian Development Bank_ pada 18–22 Mei 2026 di Manila, Filipina. Kehadiran DAMRI dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat perspektif global, membangun kolaborasi strategis, serta membawa berbagai pembelajaran dan praktik terbaik untuk pengembangan transportasi publik nasional.
Delegasi DAMRI dipimpin oleh Direktur Utama DAMRI, Setia N. Milatia Moemin, bersama _Vice President Strategy Cooperation_ Dipowirawan, Plt. General Manager SBU Transbusway DAMRI Imam, dan Assistant Vice President CRM Yorivinna Novita.
Forum yang dihadiri regulator, operator transportasi, lembaga pembiayaan, hingga pelaku industri global tersebut membahas berbagai isu strategis transportasi masa depan, mulai dari elektrifikasi armada, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, pembiayaan transportasi publik, hingga pengembangan sistem transportasi yang inklusif dan rendah emisi.
Bagi DAMRI, forum ini bukan sekadar kehadiran pada agenda internasional, tetapi ruang untuk memastikan bahwa transformasi transportasi publik di Indonesia terus berkembang selaras dengan dinamika global dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Transportasi publik bukan sekadar memindahkan orang, tetapi membangun konektivitas, keberlanjutan, dan masa depan kota,” ujar Setia.
Pada sesi _Advancing High-Quality and Inclusive Urban Transport in Asia and the Pacific_ , DAMRI berbagi pengalaman terkait pengelolaan transportasi publik di Indonesia sekaligus menyoroti tantangan nyata dalam transformasi layanan, khususnya terkait elektrifikasi armada, keberlanjutan operasional, dan kebutuhan model pembiayaan yang lebih adaptif.
DAMRI saat ini memiliki 44 cabang dan kantor regional, mengoperasikan lebih dari 5.000 rute, serta melayani sekitar 1,4 juta pelanggan per hari di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi bersih, DAMRI juga telah mengoperasikan 316 bus listrik yang terus dikembangkan secara bertahap.
Dalam forum tersebut, DAMRI menekankan bahwa transformasi transportasi publik membutuhkan keseimbangan antara pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan transportasi publik yang modern dan berdaya tahan.
“Transportasi publik yang berkualitas membutuhkan kolaborasi, inovasi pembiayaan, dan keberpihakan pada masyarakat,” tambah Setia.
Selain membahas transformasi teknologi dan layanan, forum juga menyoroti pentingnya aspek inklusivitas dalam pengembangan transportasi publik. Pada agenda _Women in Transport_ yang berlangsung pada 17 Mei 2026, para panelis membahas pentingnya menciptakan lingkungan kerja transportasi yang aman, fleksibel, dan mendukung pengembangan perempuan hingga level kepemimpinan.
Diskusi tersebut memperkuat pandangan bahwa keberhasilan sektor transportasi tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan industri menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh insan transportasi.
Sementara itu, dalam sesi Closing Plenary – _The Way Ahead for Transport in Asia and the Pacific_ , pembahasan menyoroti pentingnya penguatan skema pembiayaan jangka panjang, model _Public-Private Partnership_ (PPP), digitalisasi layanan, serta integrasi transportasi dan tata ruang untuk mendukung sistem mobilitas masa depan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, DAMRI berharap dapat memperkuat pengembangan strategi perusahaan, membuka peluang kolaborasi internasional, serta menghadirkan inovasi layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Transformasi transportasi tidak bisa menunggu; inovasi dan keberanian mengambil langkah harus berjalan bersama,” tutup Setia.(ahmad)




























