Menu

Mode Gelap
Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026 7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

JALUR

Dari Manila, DAMRI Bawa Pembelajaran dan Kolaborasi Global untuk Percepat Transformasi Transportasi Publik Indonesia

badge-check


 Dari Manila, DAMRI Bawa Pembelajaran dan Kolaborasi Global untuk Percepat Transformasi Transportasi Publik Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA Di tengah tantangan transportasi perkotaan yang semakin kompleks, transformasi transportasi publik tidak lagi hanya berbicara tentang armada, tetapi juga tentang bagaimana layanan mampu tetap relevan, inklusif, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan

Berangkat dari semangat tersebut, DAMRI berpartisipasi dalam _Asia and the Pacific Transport Forum_ 2026 yang diselenggarakan oleh _Asian Development Bank_ pada 18–22 Mei 2026 di Manila, Filipina. Kehadiran DAMRI dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat perspektif global, membangun kolaborasi strategis, serta membawa berbagai pembelajaran dan praktik terbaik untuk pengembangan transportasi publik nasional.

Delegasi DAMRI dipimpin oleh Direktur Utama DAMRI, Setia N. Milatia Moemin, bersama _Vice President Strategy Cooperation_ Dipowirawan, Plt. General Manager SBU Transbusway DAMRI Imam, dan Assistant Vice President CRM Yorivinna Novita.

Forum yang dihadiri regulator, operator transportasi, lembaga pembiayaan, hingga pelaku industri global tersebut membahas berbagai isu strategis transportasi masa depan, mulai dari elektrifikasi armada, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, pembiayaan transportasi publik, hingga pengembangan sistem transportasi yang inklusif dan rendah emisi.

Bagi DAMRI, forum ini bukan sekadar kehadiran pada agenda internasional, tetapi ruang untuk memastikan bahwa transformasi transportasi publik di Indonesia terus berkembang selaras dengan dinamika global dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

“Transportasi publik bukan sekadar memindahkan orang, tetapi membangun konektivitas, keberlanjutan, dan masa depan kota,” ujar Setia.

Pada sesi _Advancing High-Quality and Inclusive Urban Transport in Asia and the Pacific_ , DAMRI berbagi pengalaman terkait pengelolaan transportasi publik di Indonesia sekaligus menyoroti tantangan nyata dalam transformasi layanan, khususnya terkait elektrifikasi armada, keberlanjutan operasional, dan kebutuhan model pembiayaan yang lebih adaptif.

DAMRI saat ini memiliki 44 cabang dan kantor regional, mengoperasikan lebih dari 5.000 rute, serta melayani sekitar 1,4 juta pelanggan per hari di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi bersih, DAMRI juga telah mengoperasikan 316 bus listrik yang terus dikembangkan secara bertahap.

Dalam forum tersebut, DAMRI menekankan bahwa transformasi transportasi publik membutuhkan keseimbangan antara pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan transportasi publik yang modern dan berdaya tahan.

“Transportasi publik yang berkualitas membutuhkan kolaborasi, inovasi pembiayaan, dan keberpihakan pada masyarakat,” tambah Setia.

Selain membahas transformasi teknologi dan layanan, forum juga menyoroti pentingnya aspek inklusivitas dalam pengembangan transportasi publik. Pada agenda _Women in Transport_ yang berlangsung pada 17 Mei 2026, para panelis membahas pentingnya menciptakan lingkungan kerja transportasi yang aman, fleksibel, dan mendukung pengembangan perempuan hingga level kepemimpinan.

Diskusi tersebut memperkuat pandangan bahwa keberhasilan sektor transportasi tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan industri menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh insan transportasi.

Sementara itu, dalam sesi Closing Plenary – _The Way Ahead for Transport in Asia and the Pacific_ , pembahasan menyoroti pentingnya penguatan skema pembiayaan jangka panjang, model _Public-Private Partnership_ (PPP), digitalisasi layanan, serta integrasi transportasi dan tata ruang untuk mendukung sistem mobilitas masa depan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, DAMRI berharap dapat memperkuat pengembangan strategi perusahaan, membuka peluang kolaborasi internasional, serta menghadirkan inovasi layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Transformasi transportasi tidak bisa menunggu; inovasi dan keberanian mengambil langkah harus berjalan bersama,” tutup Setia.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Gajian Tiba, Waktunya Jalan-Jalan! Ada Diskon 20% dari DAMRI

24 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028

23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS