Wartatrans.com, ACEH UTARA — Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh menyalurkan bantuan 2.500 bibit tanaman kepada masyarakat Gampong Tumpok Beurandang, Aceh Utara, Sabtu, 23 Mei 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan ketahanan pangan dan ekonomi warga pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada November tahun lalu.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman persemaian bibit BPDAS Krueng Aceh. Bantuan diserahkan oleh perwakilan manajemen persemaian BPDAS Krueng Aceh, M. Ridha Fahlufi, didampingi staf BPDAS Khairil serta Ketua BFLF Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Mutia Sari. Bibit diterima perwakilan Geuchik Gampong Tumpok Beurandang untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Manajer BPDAS Krueng Aceh, Eko Wasiaji, menyatakan program tersebut merupakan bagian dari langkah pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir bandang pada 26 November 2025. Menurut dia, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama kehidupan warga pedesaan sehingga perlu segera dipulihkan.

Serah terima bantuan bibit untuk petani.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa kembali produktif dan memiliki sumber penghasilan,” ujar Eko melalui keterangannya.
Sebanyak 2.500 batang bibit yang disalurkan terdiri atas tanaman durian, pinang, sirsak, dan jambu biji. Jenis tanaman itu dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi lahan di wilayah setempat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Mutia Sari mengatakan bantuan tersebut lahir dari sinergi berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian. Informasi mengenai kebutuhan bantuan bibit diterima dari Komisaris Polisi Fatah Hidayat, personel Sat Brimob Polda Aceh yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan Markas.
“Kepedulian ini menunjukkan adanya kolaborasi lintas unsur untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana,” kata Mutia.
Ia menilai sektor pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi masyarakat desa. Karena itu, bibit yang diberikan diharapkan tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap hasil panen ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ketua BFLF Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Mutia Sari – meninjau lahan penyemai bibit bantuan.
Perwakilan Geuchik Gampong Tumpok Beurandang menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurut dia, bantuan datang pada saat yang tepat karena masyarakat tengah memasuki musim tanam dan masih menghadapi keterbatasan modal akibat dampak banjir bandang.
“Bibit ini sangat membantu masyarakat kami yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun. Kami akan mendampingi warga agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan produktif,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan antara pihak BPDAS Krueng Aceh dan perwakilan masyarakat penerima manfaat, dilanjutkan sesi foto bersama.*** (Jasa)

























