Menu ✖

Mode Gelap
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

RAGAM

Dinkes Kabupaten Bogor Terapkan Zonasi untuk Cegah Penumpukan Pasien di Rumah Sakit

badge-check


 Dinkes Kabupaten Bogor Terapkan Zonasi untuk Cegah Penumpukan Pasien di Rumah Sakit Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sistem zonasi pelayanan kesehatan untuk mencegah penumpukan pasien di rumah sakit, khususnya rumah sakit umum daerah (RSUD). Kebijakan ini dijalankan melalui penguatan layanan kesehatan primer dan pengaturan rujukan berbasis wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan transformasi sistem kesehatan diarahkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit. Menurut dia, Puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus sesuai kewenangannya.

“Penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi kunci. Rumah sakit berfungsi sebagai rujukan untuk kasus yang memang membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Fusia, Senin.

Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk lebih dari 6 juta jiwa membagi pelayanan kesehatan ke dalam enam wilayah zonasi. Setiap zona didukung oleh RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama agar alur pelayanan dan rujukan lebih terarah dan efisien.

Melalui sistem zonasi tersebut, rujukan pasien lintas wilayah diharapkan dapat diminimalkan. Pasien akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat sesuai wilayahnya, selama layanan yang dibutuhkan tersedia.

“Tidak logis jika pasien dari wilayah barat harus dirujuk jauh ke pusat kota, padahal di wilayahnya sudah ada RSUD,” ujar Fusia.

Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 101 Puskesmas, termasuk 37 Puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Puskesmas tersebut mampu menangani sejumlah kasus gawat darurat tertentu, termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi.

Dinas Kesehatan juga mendorong penguatan jejaring antara Puskesmas dan rumah sakit di setiap zona. Melalui jejaring ini, dokter Puskesmas dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis rumah sakit, sehingga kasus dengan tingkat kegawatan ringan hingga sedang dapat ditangani di Puskesmas tanpa harus dirujuk ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

“Kami ingin Puskesmas tidak hanya menjadi tempat rujukan administratif, tetapi benar-benar mampu menyelesaikan banyak kasus di tingkat layanan pertama,” kata Fusia.

Dengan penerapan zonasi dan penguatan layanan primer, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis pelayanan kesehatan akan lebih merata, cepat, dan berkeadilan bagi masyarakat.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Trending di ANJUNGAN