Menu

Mode Gelap
Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional KKP Amankan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp405,8 Miliar KKP Musnahkan 1.075 Kg Pakan Ikan Ilegal dan 15 Alat Tangkap Merusak di Banda Aceh KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan Ditjen Hubdat Dorong Sertifikasi Kompetensi SMK PAU Direksi Perusahaan Angkutan Umum

JALUR

Ditjen Hubdat Dorong Sertifikasi Kompetensi SMK PAU Direksi Perusahaan Angkutan Umum

badge-check


 Dirjen Aan Perbesar

Dirjen Aan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berupaya meningkatkan aspek keselamatan dan meminimalisir potensi kecelakaan pada angkutan umum.

Hal ini dilakukan melalui penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) dengan mendorong sertifikasi kompetensi kepada jajaran direksi perusahaan.

“Kita perlu memastikan perusahaan angkutan umum mengimplementasikan 10 elemen SMK PAU agar keselamatan bisa terjamin. Kalau kita bisa mengawasi penerapan seluruh elemen SMK PAU oleh perusahaan angkutan, potensi terjadinya kecelakaan pun bisa ditekan,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan “Penguatan SMK PAU Melalui Sertifikasi Kompetensi Jajaran Direksi Perusahaan Angkutan Umum” di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Namun demikian, ditemukan sejumlah permasalahan dalam pembinaan dan pengawasan implementasi SMK PAU, seperti terbatasnya jumlah penilai SMK PAU di lingkungan Ditjen Perhubungan Darat yang berjumlah 407 asesor dan perusahaan angkutan umum sebanyak 45.209.

Selain itu, tingkat pemahaman dan kepatuhan perusahaan juga berbeda, sehingga diperlukan pembinaan serta peningkatan kompetensi, khususnya kepada jajaran direksi perusahaan dalam memahami SMK PAU dan menyusun dokumen aplikatif sesuai kondisi perusahaan.

“Pemerintah menginginkan seluruh direksi perusahaan angkutan umum, khususnya Direksi Operasional sebagai safety leader harus diasesmen untuk memahami dan menerapkan SMK PAU pada perusahaannya, karena mereka paham terhadap risiko-risiko yang dihadapi perusahaan angkutan. Setelah lulus asesmen nanti kita bisa mengeluarkan sertifikasi kompetensi penyusun dokumen SMK PAU untuk direksi perusahaan angkutan umum tersebut,” urai Aan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho menjelaskan sejalan dengan pilar keenam pada elemen SMK PAU yakni peningkatan kompetensi, maka diperlukan pengembangan tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keselamatan angkutan umum.

Dengan demikian nantinya direksi perusahaan angkutan umum tidak hanya wajib memiliki sertifikat kompetensi SMK PAU, tetapi juga harus dapat menerapkan, evaluasi, hingga pelaporan SMK PAU ke pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Darat.

“Tujuan keterlibatan direksi operasional dalam rangka memastikan seluruh aspek SMK PAU dapat disiapkan oleh perusahaan dan bertanggungjawab terhadap implementasinya. Dengan kompetensi tersebut, manajemen nantinya ikut bertanggung jawab penuh pada keselamatan, kejadian kecelakaan dan pengelolaan angkutan umumnya,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya asesmen dan sertifikasi kompetensi penyusun dokumen SMK PAU pada direksi perusahaan, nantinya penguatan kelembagaan, SDM, integrasi data, serta koordinasi lintas sektor dapat terus dilakukan.

Kemudian diharapkan juga, pembinaan dan pengawasan SMK PAU menjadi lebih efektif.

“Kami berharap ke depannya, penerapan SMK PAU tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi dan sertifikasi, tetapi mampu mendorong peningkatan kinerja keselamatan perusahaan secara nyata dan berkelanjutan. Lalu pada akhirnya akan terbentuk budaya keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan umum,” pungkasnya. (omy)

 

Baca Lainnya

Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah

22 September 2026 - 07:56 WIB

Green SM Perbesar Bisnis Fleet EV, 500 Limo Green Masuk Jakarta

21 September 2026 - 16:48 WIB

Menjaga Mereka yang Setiap Hari Menjaga Perjalanan: DAMRI Hadirkan Unit Kesehatan Kerja

19 September 2026 - 21:46 WIB

Ditjen Hubdat Beri Penghargaan Insan Perhubungan Berprestasi

18 September 2026 - 16:44 WIB

Semangat Hari Perhubungan Nasional, DAMRI Akan Terus Hadir Menghubungkan Indonesia

17 September 2026 - 22:12 WIB

Menuju Ekosistem Ekonomi Blockchain, Kota Bandung Siapkan 475 Angkot

17 September 2026 - 16:54 WIB

KLG Gratis Layanan TransJakarta Dijual Rp500 Ribu di Sosmed?

17 September 2026 - 16:43 WIB

Ditjen Hubdat Luncurkan Aplikasi SUMBA di Hari Perhubungan Nasional

17 September 2026 - 15:17 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

Gunakan Motor Listrik, Green SM Taxi Masuk Pasar Ojol

17 September 2026 - 08:13 WIB

Trending di JALUR