Menu

Mode Gelap
Meruorah Komodo Hadirkan “Nusantara Culinary Journey”, Destinasi Iftar Terbaik di Labuan Bajo Karya Balai Yasa Surabaya Gubeng, Kereta Petani dan Pedagang Layani 11.428 Pelanggan di Lintas Merak Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar Cegah Risiko Kecelakaan, KAI Daop 7 Normalisasi Perlintasan Sebidang di Kedungwaru Mulai Hari Ini Berlaku Penyesuaian Jadwal Whoosh, KCIC Imbau Penumpang Perhatikan Tiket yang Dipesan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Capai 378 Ribu Selama Libur Imlek dan Jelang Ramadan

SENI BUDAYA

Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar

badge-check


 Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar Perbesar

Wartatrans.com, BREBES — Berangkat dari sebuah mimpi panjang dan kegelisahan akan minimnya ruang publik seni, Gallery Hanjuang kini berdiri kokoh di lahan pinggir Kali Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes. Galeri ini menjadi ruang alternatif apresiasi seni yang menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Secara site plan, Gallery Hanjuang memiliki keunikan tata letak yang tidak sekadar indah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan. Hamparan sawah terbentang luas, sementara lanskap galeri diapit gugusan Gunung Bima dan Gunung Kurawa, menciptakan atmosfer artistik yang tenang dan reflektif.

Gallery Hanjuang lahir dari gagasan untuk membangun ruang publik yang memiliki “paket apresiasi”. Di dalamnya, publik dapat menikmati berbagai aktivitas seni, mulai dari display karya lukisan dan handicraft, bedah buku sastra, penulisan antologi puisi, hingga instalasi karya seni yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembangunan galeri ini dimulai sejak tahun 2019. Awalnya hanya sebuah wacana yang lama dipendam, hingga akhirnya terwujud melalui pengorbanan dan totalitas yang tidak sedikit. Proses panjang tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni alternatif di daerah dapat tumbuh dari ketekunan dan konsistensi.

Gallery Hanjuang digagas oleh Abdul Gopar, yang akrab disapa Opang di kalangan sesama seniman. Kini berusia 49 tahun, Opang dikenal sebagai perupa sekaligus tokoh muralis yang konsisten dalam ideologi berkarya. Pergerakan dan sepak terjangnya tidak hanya dikenal di Brebes, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di luar kabupaten.

Dengan kehadirannya, Gallery Hanjuang diharapkan menjadi simpul pertemuan gagasan, karya, dan masyarakat—sebuah ruang hidup yang merawat seni, alam, dan kebudayaan secara berkelanjutan.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Long Weekend Imlek, InJourney Hadirkan Pengalaman Berkesan di Bandara, Hotel, dan Destinasi Wisata

18 Februari 2026 - 14:35 WIB

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

Trending di RAGAM