Wartatrans.com, BREBES — Berangkat dari sebuah mimpi panjang dan kegelisahan akan minimnya ruang publik seni, Gallery Hanjuang kini berdiri kokoh di lahan pinggir Kali Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes. Galeri ini menjadi ruang alternatif apresiasi seni yang menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.
Secara site plan, Gallery Hanjuang memiliki keunikan tata letak yang tidak sekadar indah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan. Hamparan sawah terbentang luas, sementara lanskap galeri diapit gugusan Gunung Bima dan Gunung Kurawa, menciptakan atmosfer artistik yang tenang dan reflektif.

Gallery Hanjuang lahir dari gagasan untuk membangun ruang publik yang memiliki “paket apresiasi”. Di dalamnya, publik dapat menikmati berbagai aktivitas seni, mulai dari display karya lukisan dan handicraft, bedah buku sastra, penulisan antologi puisi, hingga instalasi karya seni yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembangunan galeri ini dimulai sejak tahun 2019. Awalnya hanya sebuah wacana yang lama dipendam, hingga akhirnya terwujud melalui pengorbanan dan totalitas yang tidak sedikit. Proses panjang tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni alternatif di daerah dapat tumbuh dari ketekunan dan konsistensi.
Gallery Hanjuang digagas oleh Abdul Gopar, yang akrab disapa Opang di kalangan sesama seniman. Kini berusia 49 tahun, Opang dikenal sebagai perupa sekaligus tokoh muralis yang konsisten dalam ideologi berkarya. Pergerakan dan sepak terjangnya tidak hanya dikenal di Brebes, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di luar kabupaten.
Dengan kehadirannya, Gallery Hanjuang diharapkan menjadi simpul pertemuan gagasan, karya, dan masyarakat—sebuah ruang hidup yang merawat seni, alam, dan kebudayaan secara berkelanjutan.*** (Priyo)




















