Menu

Mode Gelap
Stasiun Bogor Tertinggi Layani Penumpang KRL Semester I 2026, KAI Kebut Pengembangan Peron untuk 12 Kereta Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

SENI BUDAYA

Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar

badge-check


 Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar Perbesar

Wartatrans.com, BREBES — Berangkat dari sebuah mimpi panjang dan kegelisahan akan minimnya ruang publik seni, Gallery Hanjuang kini berdiri kokoh di lahan pinggir Kali Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes. Galeri ini menjadi ruang alternatif apresiasi seni yang menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Secara site plan, Gallery Hanjuang memiliki keunikan tata letak yang tidak sekadar indah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan. Hamparan sawah terbentang luas, sementara lanskap galeri diapit gugusan Gunung Bima dan Gunung Kurawa, menciptakan atmosfer artistik yang tenang dan reflektif.

Gallery Hanjuang lahir dari gagasan untuk membangun ruang publik yang memiliki “paket apresiasi”. Di dalamnya, publik dapat menikmati berbagai aktivitas seni, mulai dari display karya lukisan dan handicraft, bedah buku sastra, penulisan antologi puisi, hingga instalasi karya seni yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembangunan galeri ini dimulai sejak tahun 2019. Awalnya hanya sebuah wacana yang lama dipendam, hingga akhirnya terwujud melalui pengorbanan dan totalitas yang tidak sedikit. Proses panjang tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni alternatif di daerah dapat tumbuh dari ketekunan dan konsistensi.

Gallery Hanjuang digagas oleh Abdul Gopar, yang akrab disapa Opang di kalangan sesama seniman. Kini berusia 49 tahun, Opang dikenal sebagai perupa sekaligus tokoh muralis yang konsisten dalam ideologi berkarya. Pergerakan dan sepak terjangnya tidak hanya dikenal di Brebes, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di luar kabupaten.

Dengan kehadirannya, Gallery Hanjuang diharapkan menjadi simpul pertemuan gagasan, karya, dan masyarakat—sebuah ruang hidup yang merawat seni, alam, dan kebudayaan secara berkelanjutan.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA