Menu

Mode Gelap
Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya PTDI Naikkan Produksi Pesawat N219 12 Unit Setahun Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun Terus Dukung Pemulihan NTT, Kemenhub dan PT Meratus Salurkan Bantuan League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi

SENI BUDAYA

Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar

badge-check


 Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar Perbesar

Wartatrans.com, BREBES — Berangkat dari sebuah mimpi panjang dan kegelisahan akan minimnya ruang publik seni, Gallery Hanjuang kini berdiri kokoh di lahan pinggir Kali Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes. Galeri ini menjadi ruang alternatif apresiasi seni yang menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Secara site plan, Gallery Hanjuang memiliki keunikan tata letak yang tidak sekadar indah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan. Hamparan sawah terbentang luas, sementara lanskap galeri diapit gugusan Gunung Bima dan Gunung Kurawa, menciptakan atmosfer artistik yang tenang dan reflektif.

Gallery Hanjuang lahir dari gagasan untuk membangun ruang publik yang memiliki “paket apresiasi”. Di dalamnya, publik dapat menikmati berbagai aktivitas seni, mulai dari display karya lukisan dan handicraft, bedah buku sastra, penulisan antologi puisi, hingga instalasi karya seni yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembangunan galeri ini dimulai sejak tahun 2019. Awalnya hanya sebuah wacana yang lama dipendam, hingga akhirnya terwujud melalui pengorbanan dan totalitas yang tidak sedikit. Proses panjang tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni alternatif di daerah dapat tumbuh dari ketekunan dan konsistensi.

Gallery Hanjuang digagas oleh Abdul Gopar, yang akrab disapa Opang di kalangan sesama seniman. Kini berusia 49 tahun, Opang dikenal sebagai perupa sekaligus tokoh muralis yang konsisten dalam ideologi berkarya. Pergerakan dan sepak terjangnya tidak hanya dikenal di Brebes, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di luar kabupaten.

Dengan kehadirannya, Gallery Hanjuang diharapkan menjadi simpul pertemuan gagasan, karya, dan masyarakat—sebuah ruang hidup yang merawat seni, alam, dan kebudayaan secara berkelanjutan.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

“Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta

28 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar

28 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara

27 Agustus 2026 - 20:22 WIB

PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman

27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Trending di NASIONAL