Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Optimalisasi Pemanfatan Barang Milik Negara Pelajar se-Sumatera Barat Pentas Bersama dalam Penutupan Workshop Apresiasi Sastra dan Pertunjukan Puisi Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan  Prabowo Tekankan Kedaulatan Data Nasional, Pemerintah Siapkan UU Satu Data Indonesia IDSurvey Tegaskan Peran Strategis Pemastian Mutu untuk Daya Saing Industri Nasional Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun

SENI BUDAYA

Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar

badge-check


 Gallery Hanjuang: Ruang Seni dan Apresiasi yang Tumbuh dari Mimpi di Pinggir Kali Cilakar Perbesar

Wartatrans.com, BREBES — Berangkat dari sebuah mimpi panjang dan kegelisahan akan minimnya ruang publik seni, Gallery Hanjuang kini berdiri kokoh di lahan pinggir Kali Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes. Galeri ini menjadi ruang alternatif apresiasi seni yang menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Secara site plan, Gallery Hanjuang memiliki keunikan tata letak yang tidak sekadar indah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan. Hamparan sawah terbentang luas, sementara lanskap galeri diapit gugusan Gunung Bima dan Gunung Kurawa, menciptakan atmosfer artistik yang tenang dan reflektif.

Gallery Hanjuang lahir dari gagasan untuk membangun ruang publik yang memiliki “paket apresiasi”. Di dalamnya, publik dapat menikmati berbagai aktivitas seni, mulai dari display karya lukisan dan handicraft, bedah buku sastra, penulisan antologi puisi, hingga instalasi karya seni yang terbuka bagi masyarakat luas.

Pembangunan galeri ini dimulai sejak tahun 2019. Awalnya hanya sebuah wacana yang lama dipendam, hingga akhirnya terwujud melalui pengorbanan dan totalitas yang tidak sedikit. Proses panjang tersebut menjadi bukti bahwa ruang seni alternatif di daerah dapat tumbuh dari ketekunan dan konsistensi.

Gallery Hanjuang digagas oleh Abdul Gopar, yang akrab disapa Opang di kalangan sesama seniman. Kini berusia 49 tahun, Opang dikenal sebagai perupa sekaligus tokoh muralis yang konsisten dalam ideologi berkarya. Pergerakan dan sepak terjangnya tidak hanya dikenal di Brebes, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di luar kabupaten.

Dengan kehadirannya, Gallery Hanjuang diharapkan menjadi simpul pertemuan gagasan, karya, dan masyarakat—sebuah ruang hidup yang merawat seni, alam, dan kebudayaan secara berkelanjutan.*** (Priyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelajar se-Sumatera Barat Pentas Bersama dalam Penutupan Workshop Apresiasi Sastra dan Pertunjukan Puisi

30 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Momen Sumpah Pemuda, Itab Purnama “Si Drumer Formula Langit” Rilis ‘Tersimpan Rapi’, Tembus Puluhan Ribu Views di YouTube

30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Opie Kumis Akhirnya Bisa Main Film Bareng Sang Idola, Elvy Sukaesih

30 Oktober 2026 - 09:13 WIB

​Pelatihan Sastra dan Musikalisasi Puisi Kembali Bergairah, Sanggar Matahari Gelar Workshop Apresiasi Sastra di Rumah Puisi Taufiq Ismail

29 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Hazwan Iskandar Jaya Pimpin Satupena DIY 2026–2031, Perkuat Ekosistem Literasi dan Kebudayaan

28 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Betawi Institute Siapkan Penerbitan Ulang Karya M. Balfas, Sahabat Chairil Anwar

28 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Gugun Blues Shelter, Matheo In Rio dan Ikrom Maulana Perform di Colabs ‘Mood and Dine Vol.039 dan Smoky Bandit’

27 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih Angkat Mitos Jawa dan Konsekuensi Pilihan Hidup

27 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Ihsan Tarore Akui Sempat Khawatir Perankan Ustaz dalam Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih

26 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Tarian Tradisional Fakfak Warnai Penyambutan Danrem 182/JO di Bandara Siboru

26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Trending di SENI BUDAYA