Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

PERON

Karya Balai Yasa Surabaya Gubeng, Kereta Petani dan Pedagang Layani 11.428 Pelanggan di Lintas Merak

badge-check


 Karya Balai Yasa Surabaya Gubeng, Kereta Petani dan Pedagang Layani 11.428 Pelanggan di Lintas Merak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 11.428 pelanggan naik dan turun di lintas Commuter Line Merak. Angka tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan yang konsisten selama lebih dari dua bulan operasional.

Pergerakan tertinggi tercatat di Stasiun Cikeusal dengan 3.730 pelanggan naik dan 3.511 pelanggan turun. Data ini memperlihatkan peran Cikeusal sebagai titik distribusi utama komoditas lokal, terutama hasil pertanian, olahan makanan, serta produk kerajinan yang dipasarkan menuju Serang, Cilegon, dan Merak.

Kereta Petani dan Pedagang merupakan hasil modifikasi sarana yang sepenuhnya dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses pengerjaan mencakup penataan ulang interior, pengaturan ruang bagasi agar terpisah dan tertib, penguatan aspek keselamatan, hingga penyesuaian akses naik turun di sejumlah stasiun. Pengerjaan dilakukan oleh tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam volume tertentu.

Secara teknis, kereta ini memiliki 73 tempat duduk dengan area bagasi khusus dan dioperasikan dalam 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun. Setiap pelanggan diperkenankan membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm guna menjaga keteraturan selama perjalanan.

Layanan ini merupakan kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa modifikasi yang dilakukan Balai Yasa Surabaya Gubeng menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” tutup Anne. (*****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik

7 Oktober 2026 - 23:37 WIB

B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e

7 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Penumpang Mancanegara KA Pangrango-Siliwangi Naik 17,17 Persen

7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

KAI Commuter Targetkan Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi Pekan Ketiga Oktober

7 Oktober 2026 - 13:37 WIB

41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang

7 Oktober 2026 - 06:05 WIB

KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat

7 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen

6 Oktober 2026 - 23:52 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Whoosh Tebar Promo 10.10! Ada Diskon hingga 50% dan Potongan hingga Rp150 Ribu

6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Trending di PERON