Wartatrans.com, JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia turut memperkuat agenda transformasi kinerja melalui kemitraan strategis dengan Saudia, maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar internasional Garuda sekaligus membuka arus trafik baru menuju berbagai destinasi di Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan, tumbuh 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Momentum tersebut mempertegas besarnya peluang penguatan konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan aktivitas ekonomi nasional.
Komitmen kolaborasi Garuda dan Saudia ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding pada awal Juni 2026 di Rio de Janeiro, Brasil, bertepatan dengan penyelenggaraan IATA Annual General Meeting 2026.
Melalui kerja sama ini, kedua maskapai akan menjajaki penguatan skema codeshare, perjanjian interline, serta potensi pengembangan joint business.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi, meningkatkan konektivitas antarpenerbangan, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin terintegrasi bagi pengguna jasa kedua maskapai,” jelas Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, Rabu (29/7/2026).
Dia mengatakan, kolaborasi dengan Saudia menjadi bagian dari strategi transformasi Garuda dalam memperkuat jaringan internasional sebagai salah satu penggerak pertumbuhan kinerja Perusahaan.
“Transformasi kinerja Garuda tidak hanya kami dorong melalui penguatan fundamental internal, tetapi juga melalui kemitraan global yang dapat memperluas akses pasar, membuka arus trafik baru, serta meningkatkan relevansi jaringan Garuda Indonesia di pasar internasional,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan Saudia, pihaknya ingin menghubungkan jaringan domestik Garuda dengan akses global yang lebih luas, sehingga semakin banyak pengguna jasa dari Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Australia dapat menjangkau berbagai destinasi di Indonesia.
Sinergi tersebut akan menghubungkan jaringan Saudia di berbagai pasar internasional dengan jaringan domestik Garuda, yang menjangkau kota-kota utama, pusat pertumbuhan ekonomi, dan destinasi pariwisata di Tanah Air.
Pada saat yang sama, pengguna jasa Garuda juga berpeluang memperoleh akses perjalanan yang lebih luas menuju berbagai destinasi dalam jaringan Saudia.
Menurut Thomas, integrasi kekuatan jaringan kedua maskapai memiliki nilai strategis dalam memperluas basis pasar internasional Garuda serta memperkuat Indonesia sebagai bagian dari arus perjalanan global.
“Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan pariwisata, perdagangan, investasi, dan mobilitas internasional. Dengan menghubungkan jaringan global Saudia dan jaringan domestik Garuda, kami berharap dapat membawa lebih banyak wisatawan dan pelaku bisnis internasional ke Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi Perusahaan,” kata Thomas.
Chief Commercial Officer Saudia, Arved von zur Muehlen mengatakan, Nota Kesepahaman ini memperkuat fondasi kerja sama antara Saudia dan Garuda Indonesia serta mencerminkan fokus strategis kami dalam membangun kemitraan bernilai tinggi.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel antara Indonesia, Australia, serta jaringan Saudia di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika,” ungkap dia.
Kolaborasi tersebut juga memiliki relevansi strategis terhadap tingginya mobilitas antara Indonesia dan Timur Tengah, baik untuk perjalanan ibadah, bisnis, perdagangan, pariwisata, maupun mobilitas masyarakat.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem perjalanan ibadah yang semakin terintegrasi, kedua maskapai akan menjajaki penguatan pengalaman perjalanan mulai dari layanan sebelum keberangkatan, proses transit, hingga perjalanan lanjutan menuju berbagai destinasi.
Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang semakin terhubung, efisien, dan nyaman bagi pengguna jasa.
Sebagai bagian dari pengembangan kolaborasi jangka panjang, Garuda dan Saudia juga akan menjajaki pengaturan terminal bersama atau co-terminal.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk menciptakan proses transit dan transfer penerbangan yang lebih efisien sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin lancar dan terintegrasi.
Kedua maskapai kata Thomas, selanjutnya akan mengeksplorasi berbagai peluang untuk memperkuat sinergi jaringan dan layanan, meningkatkan arus penumpang internasional, serta mengoptimalkan kontribusi kemitraan terhadap kinerja masing-masing maskapai.
Seluruh pengembangan kerja sama akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, kesiapan operasional, dan persetujuan regulator.
Melalui kemitraan ini, Garuda terus mengakselerasikan transformasi kinerja dengan memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat arus trafik global menuju Indonesia, serta mengoptimalkan jaringan domestik sebagai penghubung ke berbagai destinasi di Tanah Air.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas peran Garuda sebagai national flag carrier, yang tidak hanya menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga membawa dunia lebih dekat ke Indonesia. (omy)






























