Menu

Mode Gelap
Musisi Umaru Takaeda Bangun Wellgasm, Ruang Baru Pertunjukan Musik di Era Digital 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Kenaikan Biaya Hidup Zam Zam Mubarak: Qanun Adat Gayo Perkuat Keistimewaan Aceh dan Desa Adat KAI Daop 1 Jakarta Bersih Lintas, Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api dan Kelestarian Lingkungan War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat

TNI-POLRI

Gelaran Nadran 2025, Tradisi Syukur Nelayan yang Tetap Lestari, Berlangsung Aman dan Kondusif

badge-check


 Foto istimewa/polrespelabuhantjpriok Perbesar

Foto istimewa/polrespelabuhantjpriok

WartaTrans.com (Jakarta) -Tradisi tahunan nelayan pesisir kembali digelar di Muara Angke, Jakarta Utara. Melalui Pesta Laut (Nadran) Tahun 2025, masyarakat nelayan tradisional mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah serta memanjatkan doa keselamatan dalam berlayar.

Acara berlangsung di Rumah Apung dan Panggung RW 022 Muara Angke, Pluit, Penjaringan, pada Minggu (9/11/2025) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nelayan Tradisional Muara Angke Bersatu, dengan dukungan penuh dari berbagai unsur masyarakat serta aparat keamanan.

Pesta Laut kali ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain: Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Ketua Umum Gerbang Tani (Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia), Idham Arsyad, Ketua DPW Gerbang Tani DKI Jakarta sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, H. Tri Waluyo, S.H., Ketua Umum Laskar Bugis Makassar Indonesia (LBMI), Daeng Lukman,

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Napitupulu, S.H., M.H., serta perwakilan dari UP3 Muara Angke, KSOP Muara Angke, dan tokoh masyarakat serta agama setempat.

Pesta Laut dimulai pukul 08.00 WIB dengan Ruwatan dan Pagelaran Wayang Purwa Putra Langen Kusuma oleh dalang Ki Anom Dede Tisna H. Tomo Putra dari Indramayu, Jawa Barat.

Acara kemudian dibuka oleh sambutan dari panitia pelaksana H. Kapidin, dilanjutkan dengan doa bersama oleh Bapak Mashud.

Rangkaian sambutan resmi dimulai pukul 08.02 WIB hingga 09.35 WIB, diawali oleh Ketua Panitia Pesta Laut 2025, Bapak Suryadi, yang menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Napitupulu menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tradisi nelayan Muara Angke.

“Kami berharap prosesi pelarungan kepala kerbau dapat berjalan tertib dan aman. Tradisi ini adalah bagian dari warisan budaya yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HNSI, Laksamana (Purn) Sumardjono, menekankan makna spiritual di balik tradisi tersebut.

“Pesta Laut merupakan wujud syukur nelayan kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan, sekaligus doa untuk keselamatan di laut,” tuturnya.

Adapun Ketua Umum Gerbang Tani, Idham Arsyad, menambahkan pentingnya peran nelayan tradisional dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Nelayan adalah penjaga kedaulatan pangan laut. Semoga hasil tangkapan semakin melimpah dan membawa berkah bagi masyarakat,” ujarnya.

Pukul 09.36 WIB, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita dan pelarungan sesaji serta kepala kerbau ke laut, dipimpin langsung oleh para tokoh dan pimpinan organisasi nelayan.

Tradisi Nadran telah diwariskan turun-temurun sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat pesisir. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah, kegiatan ini juga mempererat solidaritas antar-nelayan sekaligus melestarikan budaya bahari Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara menyeluruh oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa dengan 88 personel, dipimpin Kabagops AKP Subianto, S.H., serta didukung 20 personel Ditpolair Polda Metro Jaya di bawah pimpinan IPDA Sugeng, dan unsur TNI AL.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Pesta Laut (Nadran) Tahun 2025 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami mengapresiasi sinergi masyarakat dan aparat dalam menjaga kelancaran acara.”

Pesta Laut Muara Angke 2025 tidak hanya menjadi ajang doa dan syukur bagi para nelayan, tetapi juga momentum penting untuk menjaga warisan budaya bahari Indonesia agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Dengan semangat kebersamaan, tradisi Nadran kembali membuktikan bahwa laut bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan juga ruang spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat pesisir.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musisi Umaru Takaeda Bangun Wellgasm, Ruang Baru Pertunjukan Musik di Era Digital

10 Juni 2026 - 19:00 WIB

80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Kenaikan Biaya Hidup

10 Juni 2026 - 18:55 WIB

Zam Zam Mubarak: Qanun Adat Gayo Perkuat Keistimewaan Aceh dan Desa Adat

10 Juni 2026 - 18:46 WIB

War on Drugs for Humanity Libatkan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong

10 Juni 2026 - 17:15 WIB

Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat

10 Juni 2026 - 15:52 WIB

Teror Dosa dan Pencarian Pengampunan dalam Film Horor Terbaru Karya Sondang Pratama

10 Juni 2026 - 11:28 WIB

Tradisi Mengaji Subuh Tetap Hidup di Masjid Jamik Tgk Chik Di Reubee

10 Juni 2026 - 10:50 WIB

Percikan Mutia: Menjadi Perempuan yang Tenang

10 Juni 2026 - 10:45 WIB

Jaga Jakarta On The Spot: Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Serap Aspirasi Warga Muara Angke dan Perkuat Keamanan Lingkungan

10 Juni 2026 - 05:50 WIB

Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

10 Juni 2026 - 01:12 WIB

Trending di NASIONAL