Wartatrans.com, BEKASI — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menjadi momentum untuk menggalang dukungan pembangunan Rumah Singgah (Shelter) bagi anak jalanan, pemulung anak, dan anak terlantar.
Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, mengatakan rumah singgah diharapkan menjadi tempat tinggal sementara yang sehat sekaligus ruang pembinaan bagi anak-anak dari keluarga miskin perkotaan.

“Bantu kami agar anak-anak jalanan, pengamen anak, pemulung anak, dan anak terlantar tidak lagi tinggal di jalanan atau kolong jembatan,” ujarnya dalam acara tasyakuran HUT ke-31 yayasan di Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (6/3/2026).
Saat ini yayasan membina lebih dari 90 anak terlantar yang sebagian besar berasal dari keluarga pemulung. Selain itu, sekitar 257 warga terlantar—terdiri dari pemulung dan pengamen—juga berada dalam pembinaan yayasan.
Peringatan HUT diisi dengan doa tasyakuran, santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa, serta buka puasa bersama. Tema kegiatan tahun ini adalah “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak dan Anak Terlantar.”
Sejumlah tokoh dan komunitas turut hadir serta memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut, di antaranya perwakilan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Program Jumat Berkah Wartawan, dan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia.
Didirikan pada 17 Februari 1995 bertepatan dengan 17 Ramadan 1415 H, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan terus bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan dengan fokus membantu anak-anak jalanan serta masyarakat miskin perkotaan.*** (PG)

























