Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Musara Gayo Jabodetabek sekaligus Doa Bersama untuk Aceh Tanoh Tambuni dan pelaksanaan Salat Ghaib bagi korban bencana Tanoh Tembune berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Acara digelar di halaman Sekretariat Musara Gayo, Jalan Keni Gayo Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (30/11/2025).
Kegiatan ini dipadati ratusan warga serta tokoh masyarakat Gayo dari berbagai wilayah Jabodetabek. Tampak hadir mantan Ketua Musara Gayo yang kini menjabat Sekretaris Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda, Drs. Yusrahuda; Pembina Musara Gayo; Penasehat Musara Drs. H. Hasan Daling; Alamsyah Gayo, SH, MH; Ahyar; Armadi; Alwien Desry, SH, MH; serta sejumlah tokoh lainnya.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan menyanyikan lagu Tawar Sedenge yang dipimpin bersama seluruh tamu undangan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PP Taman Iskandar Muda, Drs. Yusrahuda, menyampaikan bahwa pihaknya bersama organisasi lokal telah berkomitmen memberikan dukungan terhadap penanganan bencana banjir, longsor, dan gempa bumi di Aceh. “Sudah disiapkan dana sebesar lima juta rupiah untuk masing-masing organisasi lokal,” ujar Yusrahuda.
Tausiah yang dibawakan oleh T.H. Hanafi Usman, M.Pd.I., mengingatkan pentingnya solidaritas kemanusiaan. Ia mengutip hadis Nabi, “Tidak beriman di antara kamu sampai kamu mencintai saudaramu melebihi cintamu pada dirimu sendiri.” Ia menegaskan pentingnya berbagi makanan, minuman, sandang pangan, hingga sekadar memberikan senyuman sebagai bentuk kepedulian.
Ketua Umum Musara Gayo Jabodetabek, Drs. Almujaini Abdul Karim, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-33 yang sedianya diisi berbagai hiburan seperti karaoke, saman, dan didong, harus disesuaikan dengan suasana duka Aceh Tanoh Tembuni.
Pada kesempatan itu, Almujaini juga mengukuhkan Tim Penanggulangan Bencana Tembune Aceh berdasarkan SK Nomor 6060/MGJ/XI/2025 tertanggal 29 November 2025. Tim tersebut diketuai oleh Yoen Zulkifli dan bertugas menghimpun dana bantuan untuk korban bencana.
Proses penggalangan dana dipimpin oleh Alwien Desry, SH, MH, yang berhasil menggerakkan kepedulian masyarakat hingga terkumpul donasi sebesar Rp105.000.000. Selain itu, masyarakat juga menyumbangkan bantuan berupa 200 tas sekolah, selimut, serta pakaian layak pakai. “Dana tersebut nantinya akan disampaikan melalui Pemda atau pihak resmi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Alwien.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh DR. T. Gazali, S.Ag, MA, lalu dilanjutkan sesi foto bersama dan makan siang bersama seluruh peserta.*** (Alin/LEP)
























