Wartatrans.com, JAKARTA- Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Mohammad R Pahlevi menyampaikan, kesuksesan angkutan Lebaran 2026 di bandara-bandara InJourney Airports.
Menurutnya, kesuksesan itu dapat dilihat dari lima indikator yang saling terkait selama periode angkutan Lebaran (angleb)

“Indikator pertama, adanya peningkatan jumlah penumpang yang dapat dikelola dengan baik. Pada periode angkutan lebaran 13-29 Maret 2026, sebanyak 37 bandara yang dikelola InJourney Airports total melayani 8,8 juta penumpang pesawat, naik 6,4% dibandingkan dengan periode angkutan lebaran 2025 yang tercatat 8,3 juta,” urai Pahlevi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (30/3/2026)
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga lebih tinggi menjadi sekitar 63.222 penerbangan atau naik 9% dari sebelumnya 58.019 penerbangan.
Trafik tertinggi pada arus mudik ada pada 18 Maret 2026, yakni sebanyak 568.871 penumpang dan 4.044 penerbangan.
Sementara itu trafik tertinggi pada arus balik ada pada 29 Maret 2026 dengan 603.575 penumpang dan 3.869 penerbangan.
Indikator kesuksesan kedua adalah utilisasi slot time penerbangan (ketersediaan waktu take off dan landing pesawat di bandara) yang secara total mencapai 82%.
“Pada periode tahun ini, bandara-bandara semakin optimal dengan utilisasi slot time mencapai 82% atau lebih tinggi dibandingkan periode tahun lalu sekitar 77%,” ujarnya.
Kemudian indikator kesuksesan ketiga adalah realisasi penerbangan tambahan (extra flight) yang tinggi mendekati 4.097 extra flight, jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 2.800 extra flight.
“Tingginya realisasi extra flight pada angleb tahun ini sebagai upaya InJourney Aiports dan maskapai penerbangan untuk dapat mengakomodir permintaan perjalanan udara masyarakat baik pada arus mudik maupun arus balik,” ucapnya.
Indikator kesuksesan yang keempat adalah meningkatnya konektivitas penerbangan.
Pada angleb 2026, jumlah rute penerbangan di 37 bandara total mencapai 1.487 atau bertambah 53 rute dibandingkan dengan angleb 2025.
“Sementara itu, jumlah maskapai penerbangan di 37 bandara pada tahun ini tercatat 247 maskapai atau bertambah sembilan maskapai,” imbuh dia.
Adapun indikator kesuksesan kelima adalah skor kepuasan pelanggan yang cukup tinggi pada tiga aspek, yakni tingkat kepuasan secara keseluruhan terhadap pelayanan bandara (skor 4.8), lalu pengalaman perjalanan di bandara saat ramadan (skor 4.81) dan penilaian terhadap ambience, dekorasi dan aktivitas bertema liburan yang ada di bandara (skor 4.78).
Skor ini diperoleh dari hasil survei Customer Satifaction (CSAT) terhadap sekitar 2.000 responden atau penumpang pesawat di bandara.
Adapun lima bandara InJourney Airports tersibuk sepanjang angleb 2026 adalah Soekarno-Hatta Tangerang (3,01 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai Bali (1,08 juta penumpang).
Selanjutnya Juanda Surabaya (766.185 ribu penumpang), Sultan Hasanuddin Makassar (566.552 penumpang) dan Kualanamu Deli Serdang (420.654 penumpang). (omy)






























