Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

KABIN

Risiko Kenaikan Harga Avtur, Tekan Kinerja Maskapai

badge-check


 Pesawat udara di Bandara (dok) Perbesar

Pesawat udara di Bandara (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Potensi kenaikan harga avtur pasca-periode Lebaran diperkirakan akan kembali menekan kinerja industri penerbangan nasional?

Ketidakpastian harga energi global, terutama dampak dinamika geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor utama mendorong volatilitas biaya operasional maskapai.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, maskapai perlu meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan efisiensi operasional yang adaptif dan berkelanjutan.

“Upaya efisiensi semata tidak akan cukup tanpa dukungan kebijakan yang responsif dari regulator,” tutur Gatot, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, industri saat ini tengah berada dalam fase rentan, di mana sebagian maskapai masih mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun 2025.

Kondisi tersebut berpotensi memicu efek domino bila tekanan biaya khususnya dari avtur tidak diantisipasi secara komprehensif.

“Efisiensi operasional memang menjadi keharusan, namun dukungan regulator juga sangat krusial agar industri tetap memiliki ruang untuk bertahan dan tumbuh. Tanpa itu, risiko tekanan lanjutan terhadap kinerja maskapai akan semakin besar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, agar maskapai tidak terlena dengan adanya penyesuaian harga avtur domestik selama periode Lebaran.

Mulai 1 April 2026, harga bahan bakar avtur ini diproyeksikan kembali meningkat mengikuti tren global.

Gatot menilai, diperlukan sinergi antara pelaku industri dan regulator, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis maskapai dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

“Tanpa langkah antisipatif yang terkoordinasi, kenaikan harga avtur dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas industri penerbangan nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan

2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace

1 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Trending di BANDARA