Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

EKOBIS

AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

badge-check


 AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) membahas penguatan kolaborasi strategis pengelolaan lalu lintas udara regional Asia Pasifik.

Pertemuannya digelar di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2026).

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno menjelaskan, pembahasan antara kedua belah pihak difokuskan pada pengembangan Air Traffic Flow Management (ATFM), implementasi Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), serta modernisasi navigasi penerbangan melalui Minimum Implementation Path (MIP).

”Dalam pemaparannya, CAAS menekankan pentingnya penguatan kolaborasi regional melalui pendekatan Regional Air Traffic Management (RATM) yang mengedepankan modernisasi sistem ATM, peningkatan situational awareness, dan collaborative decision making antarpemangku kepentingan navigasi penerbangan kawasan Asia Pasifik,” jabar Avirianto.

Avirianto didampingi Direktur Operasi Setio Anggoro dan Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap.

Sementara delegasi CAAS dipimpin Senior Director NextGen Programme Office Tan Kah Han, Director ANS Engineering Loo Chee Beng, Deputy Director ANS Planning & Development Carol Teo, serta Deputy Director ANS Planning & Development Joel Ng.

AirNav kata dia, menyambut positif langkah ini, menyusul proyeksi pertumbuhan trafik udara Asia Pasifik yang diperkirakan meningkat signifikan dalam dua dekade mendatang.

”Situasi tersebut menghadirkan tantangan baru ke depan, berupa meningkatnya kompleksitas ruang udara, kepadatan trafik, kebutuhan interoperabilitas layanan navigasi penerbangan antarnegara, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan operasional penerbangan,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keterlibatan AirNav dalam APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC), yaitu forum koordinasi regional ATFM yang bertujuan memperkuat pertukaran informasi trafik, kondisi cuaca, prediksi kepadatan ruang udara, serta pengaturan arus lalu lintas udara lintas negara secara lebih terintegrasi.

Selain itu, kedua pihak juga membahas pengembangan FlexMAN untuk mendukung pengaturan kedatangan pesawat lintas batas negara secara lebih efisien melalui koordinasi sequencing dan pengendalian arus trafik sejak fase upstream.

Implementasi konsep ini diharapkan mampu meningkatkan prediktabilitas kedatangan pesawat, mengurangi kepadatan terminal airspace, meningkatkan efisiensi penggunaan ruang udara, serta menekan konsumsi bahan bakar penerbangan.

Avirianto menegaskan, kolaborasi regional menjadi faktor penting dalam membangun sistem navigasi penerbangan yang adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan tantangan operasional masa depan.

“Pengelolaan lalu lintas udara ke depan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi regional yang kuat, interoperabilitas sistem, serta penguatan koordinasi lintas negara agar ruang udara Asia Pasifik dapat dikelola secara lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi CAAS turut meninjau Indonesia National Air Navigation Center (INMC) sebagai pusat okestrasi layanan navigasi yang dikelola AirNav, serta mengunjungi lokasi New Jakarta Air Traffic Service Center (New JATSC) yang tengah melakukan finalisasi pengimplementasian sistem Air Traffic Management System (ATMS). (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dari Sabut Kelapa ke Harapan Baru, Iga Rangkul Anak Putus Sekolah

29 September 2026 - 02:59 WIB

Trending di EKOBIS