Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

BANDARA

AirNav Indonesia Pimpin Task Force ICAO di Asia Pasifik

badge-check


 Airnav saat kegiatan Task Force Asia Pasifik Perbesar

Airnav saat kegiatan Task Force Asia Pasifik

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia terpilih sebagai Chairperson of APAC Project 30/10 Task Force oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Ini untuk memimpin implementasi peningkatan efisiensi ruang udara di kawasan Asia Pasifik.

Terpilihnya Airnav, membuktikan kemampuannya untuk berperan aktif di dunia aviasi internasional.

Penunjukan AirNav, dalam hal ini Direktur Operasi Setio Anggoro dalam forum tersebut menandai peran strategis Indonesia dalam pengelolaan ruang udara di kawasan Asia Pasifik.

“Momentum ini juga semakin menegaskan kepercayaan internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam mendukung implementasi transformasi navigasi udara, khususnya di kawasan Asia Pasifik,” tutur Setio, Ahad (3/5/2026).

Sebagai informasi, keterpilihan AirNav Indonesia dinominasikan oleh Malaysia, yang didukung penuh anggota ICAO Asia Pasifik lainnya, seperti Mongolia, Pakistan, Singapura, dan Thailand.

”(Penunjukan) ini mencerminkan kepercayaan negara-negara di kawasan terhadap kapasitas Indonesia dalam memimpin koordinasi lintas negara di sektor navigasi penerbangan,” katanya.

APAC Project 30/10 Task Force merupakan bagian dari implementasi Project 30/10, sebuah inisiatif global ICAO yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan ruang udara melalui optimalisasi pengaturan jarak antar pesawat (separation minima), dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Setio menjelaskan, dalam beberapa dekade terakhir, peningkatan kapasitas penerbangan umumnya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik seperti bandara dan landasan pacu.

Melalui Project 30/10, pendekatan tersebut mulai bergeser ke arah optimalisasi sistem.

Dalam industri penerbangan, efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja dan daya saing. Menurutnya, implementasi kebijakan di kawasan Asia Pasifik menghadapi tantangan tersendiri, mengingat perbedaan tingkat kesiapan teknologi, regulasi, serta karakteristik ruang udara antarnegara.

“Implementasi program ini membutuhkan pendekatan kolaboratif antarnegara dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Fokusnya adalah memastikan efisiensi dapat dicapai tanpa mengurangi aspek keselamatan,” ujar Setio.

Dia menambahkan, efisiensi operasional dan agenda Keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama ICAO saat ini.

Optimalisasi ruang udara mendukung pengelolaan penerbangan yang lebih efisien dipercaya akan berkontribusi besar terhadap upaya peningkatan kinerja lingkungan di sektor aviasi.

Tidak hanya terpilih sebagai pimpinan dalam pelaksanaan proyek strategis tersebut, AirNav Indonesia juga didaulat menjadi tuan rumah pertemuan perdana APAC Project 30/10 Task Force, di Tangerang, Banten, pada 16–18 Juni 2026.

Dalam laporan pelaksanaan Kick Off Meeting of the APAC Project 30/10 Task Force (AP30-10/TF/1) yang dipublikasikannya, Sekretariat ICAO menyampaikan apresiasi kepada AirNav atas kesediaannya menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Selain membahas sejumlah isu penting, agenda pertemuan juga menjadwalkan kunjungan para peserta ke Jakarta Air Traffic Control Centre (JATSC) yang dikelola AirNav.

“AirNav Indonesia saat ini baru saja menerapkan sistem baru, yaitu ATMAS untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan navigasi nasional. Mereka ingin melihat ini,” pungkas Setio. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Kemenhub Pastikan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri Berjalan Lancar

29 September 2026 - 09:36 WIB

Trending di BANDARA