Menu

Mode Gelap
HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

KABIN

PPI Curug Ajak Stakeholder Tingkatkan Keselamatan Operasi Helikopter

badge-check


 FGD di PPI Curug Perbesar

FGD di PPI Curug

Wartatrans.com, CURUG – Direktur Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Capt. Megi H. Helmiadi menyanpaikan, keselamatan pengoperasian helikopter merupakan hal yang sangat krusial, karena meningkatnya tren kejadian helikopter dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Khususnya yang berkaitan dengan risiko Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Hal tersebut disampaikannya dalam FGD “Peningkatan Profesionalitas Pilot Helicopter Dalam Mencegah Controlled Flight Into Terrain (CFIT)” yang berlangsung di kampus PPI Curug, Selasa. (5/5/2026).

Capt. Megi mengungkapkan, kejadian tersebut tentu menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan keselamatan tidak boleh berhenti, melainkan harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Terutama pengoperasian Helikopter yang melayani sektor transportasi khusus, evakuasi medis (air ambulance), SAR, penanganan bencana/kebakaran, hingga pariwisata,” ucapnya.

Di mana Helikopter menjadi solusi transportasi efektif untuk menjangkau daerah terpencil dan pulau-pulau.

“Hal inilah yang mendasari PPI Curug untuk menyediakan diskusi akademik bagi para praktisi dan operator penerbangan sebagai wadah untuk berdiskusi, membagikan perspektif, dan bertukar pengalamannya dalam rangka meningkatkan keselamatan pengoperasian helikopter di Indonesia,” urai dia.

FGD ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yaitu Capt. Rudy Rooroh, Capt. M. Nasir, Capt. Hendra Haryono (Asosiasi Pilot Helicopter Indonesia/APHI), Capt. Megi H. Helmiadi (Direktur PPI Curug), Capt. Donny Hardjanto (Ikatan Pilot Indonesia/IPI), Capt. Ridwan (Managing Director PT Penerbangan Angkasa Semesta), serta Capt. Rubijanto (President Director PT Trigana Air).

Upaya ini kata Capt. Megi, guna memberikan perspektif yang komprehensif dari sisi operator, asosiasi profesi, hingga institusi pendidikan dan pelatihan.

Diskusi yang berlangsung secara akademis dan konstruktif ini menghasilkan berbagai perspektif, best practices, serta rekomendasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelatihan dan operasional penerbangan helikopter di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap hasil diskusi tidak hanya berhenti sebagai rekomendasi praktis bagi industri, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi dosen, instruktur, dan taruna.

Hasil FGD ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi kajian ilmiah dan riset terapan yang berkontribusi pada penguatan budaya keselamatan penerbangan di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini, memadukan kehadiran langsung dengan partisipasi daring melalui platform Zoom Meeting serta siaran langsung YouTube, sehingga menjangkau peserta yang lebih luas dari berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan pelaksanaan FGD ini, dapat disimpulkan bahwa keselamatan operasi helikopter sangat dipengaruhi oleh kompetensi, kedisiplinan, kewaspadaan situasional, serta kemampuan pengambilan keputusan pilot dalam menghadapi kondisi operasional yang kompleks.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD ini akan menjadi referensi dalam pembahasan bersama regulator terkait penyusunan dan penyempurnaan standar Competency Based Training and Assessment (CBTA) bagi pilot helikopter di Indonesia, khususnya dalam mitigasi risiko CFIT.

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sistem pelatihan yang adaptif terhadap dinamika operasional penerbangan modern,” katanya.

Hal ini karena operasi helikopter memiliki karakteristik yang berbeda dengan penerbangan fixed-wing, karena sering dilakukan pada ketinggian rendah, medan terbatas, area pegunungan, kondisi cuaca yang cepat berubah, serta lingkungan operasi yang dinamis.

Oleh karena itu, risiko CFIT menjadi salah satu ancaman serius yang perlu dimitigasi melalui peningkatan profesionalitas pilot, penguatan pelatihan, pemahaman prosedur, serta budaya keselamatan yang konsisten. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Dukung Penanganan Gempa NTT, AirNav Pastikan Layanan Navigasi Lancar

16 Agustus 2026 - 14:08 WIB

5 Bandara Terdampak Gempa di Kepulauan Flores NTT

15 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Camat Caringin Garut Sampaikan 2 Pesan Penting HUT Pramuka Ke 65 Di Bumper Biru

15 Agustus 2026 - 14:42 WIB

IPC TPK Salurkan 4 Gerobak Sampah, Perkuat Kepedulian Lingkungan di Palembang

15 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Rute Bali-Bandung-Bali Banjir Penumpang

14 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Haji Fikri: Pramuka Harus Terus Menjadi Kekuatan Pembentuk Generasi Emas Indonesia

14 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Semarak HUT RI, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Kolaborasi

14 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Trending di NASIONAL