Menu

Mode Gelap
Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

WISATA

InJourney Hospitality-Universitas Udayana Kolaborasi Riset di Ethnobotanical Garden

badge-check


 InJourney Hospitality-Universitas Udayana Kolaborasi Riset di Ethnobotanical Garden Perbesar

Wartatrans.com, BALI – PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), member dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/InJourney kolaborasi bersama Universitas Udayana yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kolaborasi Riset di Ethnobotanical Garden Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, KEK kesehatan pertama di Indonesia atau yang dikenal dengan “The Sanur”.

Kolaborasi Riset di Ethnobotanical Garden The Sanur ini mencakup kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama untuk kegiatan yang berada di Ethnobotanical Garden The Sanur.

Kerja sama ini bertujuan mendukung hadirnya taman etnobotani berstandar internasional yang berbasis riset, edukasi, dan prinsip keberlanjutan, mendukung penguatan posisi KEK Sanur sebagai International Health & Wellness Destination, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan pariwisata kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.

Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas Udayana akan berperan aktif dalam pelaksanaan riset multidisiplin, meliputi kajian etnobotani, konservasi tanaman, biodiversitas, lanskap berkelanjutan, riset kesehatan berbasis alam (nature-based healing).

Tujuan dari kolaborasi riset ini adalah hadirnya Ethnobotanical Garden yang dikelola berbasis sains, terkurasi, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan added value bagi kawasan KEK Sanur.

Riset yang dihasilkan juga diharapkan dapat mendorong inovasi pemanfaatan tanaman obat dan tanaman budaya, pengembangan modul edukasi bagi masyarakat dan pelajar, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui keterlibatan dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana menyampaikan, dalam mewujudkan program Kampus Berdampak, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi agar ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi bagian penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional,” ucapnya di Bali, Senin (15/12/2025).

Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung visi KEK Sanur sebagai destinasi kesehatan dan pariwisata berkelas dunia.

“Kami mengucapkan terima dan apresiasi atas kolaborasi strategis dengan Universitas Udayana ini. Kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya kami mewujudkan visi KEK Sanur sebagai International Health & Wellness Destination. Sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi elemen penting dalam menghadirkan kawasan berbasis riset, inovasi, dan berdaya saing global,” tutur Christine.

Dia menambahkan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi wujud komitmen InJourney Hospitality dalam menjadikan riset sebagai fondasi pengembangan The Sanur.

“Melalui kolaborasi riset di Ethnobotanical Garden dengan Universitas Udayana, InJourney Hospitality mendorong pengembangan living laboratory yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, memperkuat identitas budaya, prinsip keberlanjutan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pariwisata Indonesia,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela

17 Juli 2026 - 14:25 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

17 Juli 2026 - 00:42 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

KEK Arun dan Blok Andaman: Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keren! STIP Indonesia Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global

16 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

Trending di ANJUNGAN