Menu

Mode Gelap
KKP Fasilitasi UPI Peroleh Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Layani 184.063 Penumpang dengan Okupansi 112,55 Persen TripAdvisor Kukuhkan Bali Destinasi Terbaik Dunia 2026 Polsek Kawasan Muara Baru Gelar Jumat Berkah, Bagikan Nasi Siap Saji kepada Pekerja Pelabuhan InJourney turut Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera lewat Bantuan untuk UMKM Setempat DPRK Aceh Selatan Soroti Dugaan Pelanggaran Kewajiban Plasma PT Asdal Prima Lestari

ANJUNGAN

IPC TPK Perluas Jaringan Ekspor, Perkuat Konektivitas Maritim ke Vietnam

badge-check


					Proses keberangkatan MV Feng Hai 98 meninggalkan Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok.foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Proses keberangkatan MV Feng Hai 98 meninggalkan Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok.foto istimewa/IPC TPK

BT, Jakarta – IPC TPK terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas maritim Indonesia dengan kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi strategis dengan tiga pelayaran internasional, IPC TPK kini menghadirkan tiga layanan direct call yang menghubungkan Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok langsung ke pelabuhan-pelabuhan utama di Vietnam.

Kapal MV Feng Hai 98 milik Iran Shipping Line resmi sandar (31/10) di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok sebagai bagian dari pembukaan layanan baru direct call to Hai Phong, Vietnam. Dalam pelayaran perdananya, kapal ini dilayani sebanyak 395 boks petikemas untuk kegiatan bongkar dan muat. Rute yang ditempuh kapal tersebut meliputi Jakarta – Port Klang – Hai Phong – Jakarta.

“Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen IPC TPK dalam mendukung peningkatan ekspor nasional, khususnya ke Vietnam yang tengah tumbuh pesat sebagai pusat industri dan logistik Asia Tenggara,” ujar Pramesti Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

Sepanjang tahun 2025, IPC TPK telah menggandeng tiga mitra pelayaran internasional untuk memperkuat jaringan ekspor menuju kawasan ini, yaitu KM HT Progress dari FIAS Shipping Line dengan tujuan Bangkok dan Vietnam, MV Alvan dari HDAS Co bekerja sama dengan agen Karana Line, dan MV Feng Hai 98 dari Iran Shipping Line dengan tujuan akhir Hai Phong, Vietnam. Kehadiran layanan-layanan ini tidak hanya memperluas jangkauan logistik nasional, tetapi juga memberikan efisiensi waktu dan biaya bagi pelaku ekspor Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, Pemerintah Indonesia dan Vietnam menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 18 miliar (setara Rp 294,1 triliun) pada tahun 2028. Kolaborasi ini menjadi langkah penting menuju kemitraan strategis yang semakin komprehensif antara kedua negara. Hai Phong sendiri dikenal sebagai kota pelabuhan strategis di Vietnam Utara yang menjadi pionir dalam pengembangan logistik hijau dan berkelanjutan. Berdasarkan data Vietnam.vn, kota ini bertumpu pada tiga pilar utama: industri-teknologi, pelabuhan-logistik, dan pariwisata-perdagangan.

“Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Asia Tenggara. Dengan layanan direct call, rantai pasok bisa lebih efisien, kompetitif, dan memberi nilai tambah bagi pelaku usaha nasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai pelayaran internasional, IPC TPK berupaya memastikan pelabuhan Indonesia menjadi simpul penting dalam jaringan perdagangan Asia Tenggara” tutup Pramestie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASDP Resmi Buka Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

15 Januari 2026 - 14:08 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Tanjung Priok

15 Januari 2026 - 11:52 WIB

Ditjen Hubla Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009

15 Januari 2026 - 10:32 WIB

PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs

14 Januari 2026 - 21:05 WIB

IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025

14 Januari 2026 - 20:34 WIB

Trending di ANJUNGAN