Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

PELNI Pulangkan Hewan Endemik Selundupan di KM Sinabung ke Manokwari

badge-check


 Salah satu hewan yang diselundupkan Perbesar

Salah satu hewan yang diselundupkan

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memulangkan satwa endemik Papua yang upaya penyelundupannya berhasil digagalkan pada Februari 2026.

PELNI juga mendorong pengelola pelabuhan untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang guna mencegah praktik penyelundupan satwa dilindungi melalui moda transportasi laut.

Pemulangan satwa selundupan tersebut diangkut menggunakan KM Sinabung yang telah diberangkatkan dari Pelabuhan Ternate, Ahad (8/3/2026) dan telah tiba di Pelabuhan Manokwari pada Senin (9/3) pukul 21.30 WIT.

Satwa yang dikembalikan terdiri dari 10 ekor kanguru, tiga ekor kuskus, dan empat ekor ular yang merupakan satwa endemik Papua.

Setibanya di Pelabuhan Manokwari, satwa-satwa tersebut langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Manokwari untuk penanganan lebih lanjut sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyampaikan, PELNI berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa liar serta memastikan proses pengembalian satwa dapat berjalan dengan baik.

“PELNI mendukung penuh langkah BKSDA dalam mengembalikan satwa endemik Papua ke wilayah asalnya. Proses pengangkutan kembali satwa tersebut telah dilakukan melalui KM Sinabung dengan pendampingan oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah I Ternate bersama Polda Maluku Utara dan Polairud serta pengawalan dokter hewan untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga selama pelayaran,” tutur Ditto, Selasa (10/3/2026).

Dia menegaskan, setiap temuan satwa liar di atas kapal merupakan hasil dari upaya pengawasan dan tindakan proaktif yang dilakukan awak kapal dan petugas PELNI selama pelayaran.

“Pengamanan di atas kapal terus kami perkuat melalui tim pengamanan yang bertugas selama pelayaran. Kami juga berkolaborasi dengan TNI AL untuk memperkuat keamanan di atas kapal,” ungkapnya.

Berdasarkan data Perusahaan, dalam kurun waktu tahun 2022 hingga 2025 tercatat telah terjadi sembilan kali kasus penyelundupan satwa liar yang terdeteksi melalui kapal penumpang.

“Kami tidak akan mentolerir keterlibatan pihak internal. Apabila terbukti ada petugas PELNI yang terlibat dalam praktik penyelundupan satwa liar, kami siap menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ditto.

Sebelumnya, upaya penyelundupan satwa endemik Papua ini berhasil digagalkan oleh kru kapal PELNI di atas KM Sinabung pada Selasa (10/2).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat Karantina dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, KM Sinabung merupakan satu dari 26 kapal penumpang milik PELNI dengan kapasitas 2.000 penumpang yang melayari rute Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Banggai – Bitung – Ternate – Bacan – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura (PP). (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Trending di ANJUNGAN