Menu

Mode Gelap
Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ?  Hujan Es Hantam Atu Lintang, Puluhan Hektare Kebun dan Rumah Warga Rusak Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru Pengamanan Akses Wisata Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke Berjalan Aman Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140%

PERON

Jaga Keselamatan dan Keandalan Saat Hujan Ekstrem, KAI Siagakan AMUS hingga Tambah Petugas

badge-check


 Jaga Keselamatan dan Keandalan Saat Hujan Ekstrem, KAI Siagakan AMUS hingga Tambah Petugas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kesiapan operasional dalam menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah pada akhir Januari 2026. Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan serta menjaga keandalan layanan transportasi berbasis rel di tengah dinamika kondisi cuaca.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa KAI telah menyiagakan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem manajemen krisis secara terpadu melalui skema Manajemen Alat Material Untuk Siaga (AMUS).

“KAI terus melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya yang berisiko menimbulkan banjir di jalur kereta api. Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama kami, dan seluruh jajaran di lapangan telah disiagakan untuk merespons setiap potensi gangguan secara cepat dan terukur,” ujar Anne.

Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, KAI menyiapkan 355 tenaga ekstra, 861 Petugas Jaga Lintasan (PJL) ekstra, serta Petugas Penjaga Daerah Rawan ekstra yang ditempatkan pada titik-titik dengan tingkat kerawanan tinggi di berbagai wilayah operasional.

“Para petugas ini bekerja dengan sistem siaga 24 jam dan terbagi dalam tiga shift, sehingga pengawasan terhadap kondisi jalur rel dapat dilakukan secara kontinu, baik siang maupun malam,” jelas Anne.

Selain penguatan sumber daya manusia, KAI juga menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di sejumlah lokasi strategis. AMUS merupakan sistem manajemen krisis berbasis pre-positioning, di mana alat, material, dan sarana pendukung telah ditempatkan lebih dulu di titik rawan untuk mempercepat proses penanganan jika terjadi gangguan prasarana.

Secara umum, AMUS mencakup empat pilar utama, yaitu:
1. Kesiapan Alat Kerja, seperti mesin pemadat badan jalan rel (Mesin MTT dan PBR / kendaraan khusus buat pemeliharaan jalur rel guna pemadatan tubuh rel), ekskavator, dan genset.
2. Ketersediaan Material, antara lain karung pasir, batu balas, bantalan, potongan rel, plat sambung, hingga terpal.
3. Kesiapan Sarana Angkut, berupa gerbong datar, gerbong balas, serta lori atau dresin (kendaraan khusus pemeliharaan jalur untuk mobilisasi cepat di lintas).
4. Siaga Personel 24 Jam, dengan sistem komando terintegrasi antara pusat dan wilayah.

Menurut Anne, keberadaan AMUS membuat KAI tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dan preventif dalam mengelola risiko cuaca ekstrem.

“Melalui AMUS, setiap potensi gangguan sudah dipetakan, lengkap dengan skenario penanganannya. Ini membuat respons di lapangan lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih aman bagi perjalanan kereta api,” tambahnya.

KAI juga secara rutin memantau data prakiraan cuaca dari instansi terkait serta melakukan inspeksi intensif di titik-titik rawan banjir, genangan, dan pergerakan tanah. Pendekatan ini memungkinkan KAI melakukan tindakan dini sebelum gangguan berkembang menjadi krisis operasional.

Anne menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan, sekaligus memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa bepergian dengan tenang. Di balik setiap perjalanan yang lancar, ada ratusan Insan KAI yang siaga 24 jam di lapangan. AMUS adalah bukti bahwa KAI selalu siap, bahkan ketika cuaca sedang tidak bersahabat,” tutup Anne.

Dengan sistem kesiapsiagaan yang semakin terintegrasi dan berbasis manajemen risiko, KAI optimistis dapat terus menjaga keandalan layanan serta mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan, karena hujan boleh ekstrem, tapi kesiapan KAI harus selalu di level maksimal.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140%

4 April 2026 - 18:23 WIB

Penjualan Tiket KA Libur Panjang Awal April Tembus Lebih 710 Ribu, Mobilitas Penumpang Tinggi

4 April 2026 - 14:41 WIB

Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu

3 April 2026 - 17:53 WIB

Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman

3 April 2026 - 16:00 WIB

KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

3 April 2026 - 15:37 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus

3 April 2026 - 09:32 WIB

KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

2 April 2026 - 21:31 WIB

Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

2 April 2026 - 20:51 WIB

KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah

2 April 2026 - 20:36 WIB

KAI Services Buka Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya di Seluruh Regional, Cetak Security Profesional dan Humanis

2 April 2026 - 15:29 WIB

Trending di PERON