Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

Uncategorized

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

badge-check


 Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ruang publik kembali menjadi panggung ekspresi seni. Sejumlah seniman kreatif dari Tanah Gayo, Aceh Tengah, menggelar pertunjukan teater puisi bertajuk “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri, Sabtu malam, 4 April 2026.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu sempat terhenti sesaat setelah dibuka. Listrik padam mendadak membuat suasana taman gelap gulita dan sistem suara tak berfungsi. Para penampil dan penonton terpaksa menunggu beberapa saat hingga aliran listrik kembali normal. Setelah jeda singkat, pertunjukan dilanjutkan.

Pemilihan Taman Inen Mayak Teri sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Taman kota yang berada di jantung Takengon itu merupakan salah satu ruang publik yang mudah diakses masyarakat. Lokasinya berdampingan dengan Pendopo Bupati Aceh Tengah, kediaman resmi kepala daerah.

Nama taman tersebut diambil dari sosok pejuang perempuan Gayo, Inen Mayak Teri, yang berasal dari Sembuang, Kecamatan Lukup Serbejadi, wilayah yang kini masuk Kabupaten Aceh Timur. Penamaan ini sejalan dengan semangat pertunjukan yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi.

“Sengkewe Sepanjang Musim” didominasi oleh penampil perempuan. Tema ini mengangkat realitas keseharian masyarakat Gayo, khususnya dalam rantai produksi kopi—yang secara lokal dikenal sebagai sengkewe. Perempuan, dalam kenyataannya, memegang peran penting sejak tahap penanaman, perawatan, panen, hingga penyajian kopi. Namun, peran tersebut kerap luput dari pengakuan sebagai kontribusi utama.

Pertunjukan ini mencoba mengoreksi ketimpangan itu melalui medium teater puisi. Narasi yang disajikan menempatkan perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem sosial dan ekonomi kopi Gayo.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo dengan dukungan Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan. Sejumlah komunitas seni di Tanah Gayo turut terlibat dalam produksi.

Di balik layar, pertunjukan ini digarap oleh tim kreatif yang terdiri dari Khairin Samudra, Darwin Sopacua, Rues Awan, Putri, Zettarenggali, Devie Matahari, Hendrajaya, dan sejumlah seniman lainnya.

Melalui pertunjukan ini, ruang publik tak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang refleksi sosial—tentang perempuan, kerja, dan identitas budaya Gayo yang terus hidup sepanjang musim.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM