Menu ✖

Mode Gelap
Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026 Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977 Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

Uncategorized

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

badge-check


 Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ruang publik kembali menjadi panggung ekspresi seni. Sejumlah seniman kreatif dari Tanah Gayo, Aceh Tengah, menggelar pertunjukan teater puisi bertajuk “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri, Sabtu malam, 4 April 2026.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu sempat terhenti sesaat setelah dibuka. Listrik padam mendadak membuat suasana taman gelap gulita dan sistem suara tak berfungsi. Para penampil dan penonton terpaksa menunggu beberapa saat hingga aliran listrik kembali normal. Setelah jeda singkat, pertunjukan dilanjutkan.

Pemilihan Taman Inen Mayak Teri sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Taman kota yang berada di jantung Takengon itu merupakan salah satu ruang publik yang mudah diakses masyarakat. Lokasinya berdampingan dengan Pendopo Bupati Aceh Tengah, kediaman resmi kepala daerah.

Nama taman tersebut diambil dari sosok pejuang perempuan Gayo, Inen Mayak Teri, yang berasal dari Sembuang, Kecamatan Lukup Serbejadi, wilayah yang kini masuk Kabupaten Aceh Timur. Penamaan ini sejalan dengan semangat pertunjukan yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi.

“Sengkewe Sepanjang Musim” didominasi oleh penampil perempuan. Tema ini mengangkat realitas keseharian masyarakat Gayo, khususnya dalam rantai produksi kopi—yang secara lokal dikenal sebagai sengkewe. Perempuan, dalam kenyataannya, memegang peran penting sejak tahap penanaman, perawatan, panen, hingga penyajian kopi. Namun, peran tersebut kerap luput dari pengakuan sebagai kontribusi utama.

Pertunjukan ini mencoba mengoreksi ketimpangan itu melalui medium teater puisi. Narasi yang disajikan menempatkan perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem sosial dan ekonomi kopi Gayo.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo dengan dukungan Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan. Sejumlah komunitas seni di Tanah Gayo turut terlibat dalam produksi.

Di balik layar, pertunjukan ini digarap oleh tim kreatif yang terdiri dari Khairin Samudra, Darwin Sopacua, Rues Awan, Putri, Zettarenggali, Devie Matahari, Hendrajaya, dan sejumlah seniman lainnya.

Melalui pertunjukan ini, ruang publik tak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang refleksi sosial—tentang perempuan, kerja, dan identitas budaya Gayo yang terus hidup sepanjang musim.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027

24 Oktober 2026 - 00:19 WIB

Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

23 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977

23 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia

23 Oktober 2026 - 22:05 WIB

NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi

23 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Penulis Lima Wilayah Gayo Ekspresikan Optimisme Hadapi Bencana Lewat Buku Puisi Dua Bahasa Indonesia-Gayo

23 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Pelindo Dukung Penanganan Bencana Melalui Fasilitasi Pengiriman Kontainer Pelayanan Kesehatan di NTT

23 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Perkuat Sinergi dengan Mitra, Pelindo Regional 2 Pulihkan Keuangan Negara Rp170 Miliar

23 Oktober 2026 - 18:03 WIB

27 Lapak di Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pemkab Fakfak Tegakkan Aturan dan Kembalikan Fungsi Kawasan

23 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Trending di Uncategorized