Menu

Mode Gelap
Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

Uncategorized

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

badge-check


 Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ruang publik kembali menjadi panggung ekspresi seni. Sejumlah seniman kreatif dari Tanah Gayo, Aceh Tengah, menggelar pertunjukan teater puisi bertajuk “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri, Sabtu malam, 4 April 2026.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu sempat terhenti sesaat setelah dibuka. Listrik padam mendadak membuat suasana taman gelap gulita dan sistem suara tak berfungsi. Para penampil dan penonton terpaksa menunggu beberapa saat hingga aliran listrik kembali normal. Setelah jeda singkat, pertunjukan dilanjutkan.

Pemilihan Taman Inen Mayak Teri sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Taman kota yang berada di jantung Takengon itu merupakan salah satu ruang publik yang mudah diakses masyarakat. Lokasinya berdampingan dengan Pendopo Bupati Aceh Tengah, kediaman resmi kepala daerah.

Nama taman tersebut diambil dari sosok pejuang perempuan Gayo, Inen Mayak Teri, yang berasal dari Sembuang, Kecamatan Lukup Serbejadi, wilayah yang kini masuk Kabupaten Aceh Timur. Penamaan ini sejalan dengan semangat pertunjukan yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi.

“Sengkewe Sepanjang Musim” didominasi oleh penampil perempuan. Tema ini mengangkat realitas keseharian masyarakat Gayo, khususnya dalam rantai produksi kopi—yang secara lokal dikenal sebagai sengkewe. Perempuan, dalam kenyataannya, memegang peran penting sejak tahap penanaman, perawatan, panen, hingga penyajian kopi. Namun, peran tersebut kerap luput dari pengakuan sebagai kontribusi utama.

Pertunjukan ini mencoba mengoreksi ketimpangan itu melalui medium teater puisi. Narasi yang disajikan menempatkan perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem sosial dan ekonomi kopi Gayo.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo dengan dukungan Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan. Sejumlah komunitas seni di Tanah Gayo turut terlibat dalam produksi.

Di balik layar, pertunjukan ini digarap oleh tim kreatif yang terdiri dari Khairin Samudra, Darwin Sopacua, Rues Awan, Putri, Zettarenggali, Devie Matahari, Hendrajaya, dan sejumlah seniman lainnya.

Melalui pertunjukan ini, ruang publik tak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang refleksi sosial—tentang perempuan, kerja, dan identitas budaya Gayo yang terus hidup sepanjang musim.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

Trending di RAGAM