Menu ✖

Mode Gelap
IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

PERISTIWA

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

badge-check


 Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air Perbesar

Wartatrans.com, DEMAK — Tanggul sungai Tuntang yang melintas di Kabupaten Demak, Jawa Tengah jebol sekaligus di tiga titik, Jumat (3/4/2024). Demikian pers release Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, Sabtu (4/4/2026).

“Tanggul jebol di Desa Solondoko dan Trimulyo panjangnya sampai 30 meter, sedang pada Desa Sidoharjo jebol 15 meter. Penyebabnya adalah naiknya debit air sungai dari wilayah hulu yang mengarah ke Demak,” demikian keterangan Agus.

Banjirnya sendiri merendam 4 kecamatan dan puluhan desa. Di Kecamatan Guntur, banjir terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Daerah lain yang terdampak adalah Solowire, Turitempel dan Sumberejo.

Air menggenangi jalanan.

Kecamatan Karangtengah, desa Ploso juga mendapat limpahan air. Kondisi serupa terjadi di Lempuyang. Sementara di Kecamatan Kebonagung, desa yang kena adalah Solowire dan Sarimulyo. Ketinggian banjir di sejumlah daerah bervariatif. Terendah 40 sentimeter dan tertinggi mencapai 1,5 meter.

Data sementara BPBD Demak juga mencatat sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 orang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 583 warga mengungsi di masjid, mushola, balai desa, Koperasi Merah Putih, serta kantor Kecamatan.

Banjir menyebabkan pula kerusakan pada rumah penduduk. Sedikitnya 1.230 hunian rusak, klasifikasi berat atau ringannya masih didata. Fasilitas umum turut jadi korban, yaitu 10 unit sarana pendidikan dan 15 tempat ibadah. Tidak hanya itu, sekitar 194 hektare sawah jadi ‘danau’ saking melimpahnya air yang mengairi.

Atas bencana yang terjadi, BPBD bersama Pemkab Demak dibantu TNI Polri bergerak cepat melakukan penanganan terhadap korban bencana. Mulai dari evakuasi warga, koordinasi lintas sektor, dapur umum, melakukan distribusi bantuan logistik serta pengadaan layanan kesehatan gratis.

Selain itu, penguatan tanggul di sepanjang aliran sungai Tuntang adalah juga giat utama mencegah meluasnya bencana. Petugas melakukan penanganan sementara. Tanggul yang jebol ditambal memakai ratusan karung pasir.

Himbaun dari Pemkab Demak adalah agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kondisi tanggul yang masih rentan dan tingginya debit air dinilai berisiko memicu bencana lanjutan.*** (Aditiya WP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi

22 Oktober 2026 - 22:00 WIB

KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Di Pati Koruptor Mendapat Simpati

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Insiden di Jalan Mambruk Dalam, Korban Jalani Penanganan Medis, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

22 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Ibu Sina dan Seni Menghadapi Ketidakpastian Hidup 

22 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Wabup Bandung Dorong Serikat Pekerja dan Buruh Tingkatkan Negosiasi Soal Ketenagakerjaan 

22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Resolusi Jihad Warnai Hari Santri TH 2026 Tingkat Kecamatan Caringin Garut 

22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kemarau Masih Melanda Kabupaten Bogor, H. Fikri Hudi Oktiarwan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman

22 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Trending di RAGAM