
Wartatrans.com, BANTEN – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, terus melaksanakan operasi penanganan KMP Batumandi di perairan Merak, Selat Sunda.
KN Trisula P-111 dan KN Jembio P-215 tetap berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemantauan perairan. Operasi saat ini difokuskan pada pengamanan lokasi, keselamatan navigasi, kesiapsiagaan SAR serta pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.
Operasi tersebut merupakan kelanjutan penanganan sejak KMP Batumandi mengalami kebakaran pada Selasa, 20 Oktober 2026, dalam pelayaran Bakauheni–Merak. Pada fase awal, operasi difokuskan pada keselamatan jiwa, evakuasi penumpang dan awak kapal, penanganan keadaan darurat serta pengamanan perairan.
Seiring perkembangan kondisi hingga KMP Batumandi tenggelam, operasi memasuki fase lanjutan dengan fokus pada pengamanan lokasi tenggelamnya kapal, keselamatan lalu lintas pelayaran serta pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.



Status Operasi Terkini
Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, operasi masih berlangsung dan belum dinyatakan selesai.
KN Trisula P-111 dan KN Jembio P-215 tetap melaksanakan pengamanan dan pemantauan perairan serta mendukung keselamatan navigasi di sekitar lokasi.
Tim SAR KPLP tetap siaga di lapangan, sementara Tim Penanggulangan Pencemaran (MARPOL) KPLP melaksanakan asesmen dan penanganan pencemaran.
Sebagai tindakan penanggulangan, sorbent telah digelar pada area yang memerlukan penanganan. Sementara oil boom, peralatan penanggulangan pencemaran, peralatan pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainnya telah disiagakan di atas KN Trisula P-111 berikut personel yang mengoperasikannya.
Apabila berdasarkan hasil asesmen diperlukan tindakan containment lebih lanjut, oil boom siap digelar untuk membatasi penyebaran pencemar.
Direktur KPLP, Capt. Budi Mantoro, M.Si., M.Mar., hadir langsung di Pelabuhan Merak untuk memantau perkembangan penanganan KMP Batumandi serta memberikan arahan terhadap pelaksanaan operasi, khususnya pengamanan lokasi, keselamatan navigasi, kesiapsiagaan SAR serta pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.
Menindaklanjuti arahan Direktur KPLP, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., memimpin langsung pelaksanaan operasi di lapangan dari KN Trisula P-111 dengan mengerahkan unsur kapal patroli, Tim SAR dan Tim Penanggulangan Pencemaran (MARPOL) KPLP.
Operasi dilaksanakan secara terpadu dengan KSOP Kelas I Banten, Stasiun VTS Merak/Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, BPTD Kelas II Banten, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, serta unsur terkait lainnya untuk menjaga keselamatan pelayaran, kelancaran navigasi dan perlindungan lingkungan laut.
“Fase penyelamatan dan evakuasi telah dilaksanakan. Saat ini operasi berlanjut pada pengamanan lokasi, keselamatan navigasi serta pencegahan dan penanggulangan pencemaran. KN Trisula P-111 dan KN Jembio P-215 masih berada di lokasi, Tim SAR tetap siaga dan Tim MARPOL KPLP terus melakukan penanganan,” ujar Fourmansyah.
“Kami harus memastikan pencemaran tidak meluas dan jalur pelayaran Selat Sunda tetap aman. Seluruh unsur akan tetap siaga dan operasi terus dilaksanakan berdasarkan hasil asesmen serta perkembangan kondisi di lapangan sampai dinyatakan aman,” tegasnya.
Tanggung Jawab Nasional dan Internasional
Penanganan KMP Batumandi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, termasuk pelaksanaan peran Indonesia sebagai Flag State (Negara Bendera), Port State (Negara Pelabuhan), dan Coastal State (Negara Pantai) sesuai kewenangannya.
Pelaksanaan operasi mengacu pada ketentuan nasional di bidang pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, serta sejalan dengan UNCLOS 1982, MARPOL 73/78, SOLAS 1974, dan ketentuan keselamatan navigasi pada Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda.
Informasi Publik
Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus menyampaikan perkembangan operasi berdasarkan data resmi dan terverifikasi dari lapangan.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah. Operasi terus berlangsung hingga kondisi dinyatakan aman.(ahmad)






















