Menu ✖

Mode Gelap
Kepala BIN Herindra soal penyadapan: “Ini tindakan ilegal dan mengarah makar!” Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal KRL INKA Generasi Kedelapan Segera Beroperasi, KAI Pastikan Kesiapan Sarana Bobby Rasyidin Cek Langsung Kesiapan KRL INKA: Pengujian Akhir pada 11 November Deklarasi Pejuang ALA Bogor – Jakarta Penuh Khidmat, Ketua KP3ALA Makin Optimis Provinsi ALA Segera Terwujud.  Firmando Refly Hakim., S.IP., KNPI Fakfak Butuh Pemimpin Non-ASN, Konsolidasi Organisasi Jangan Berhenti pada Seremoni Belaka

PERON

KAI Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Bobby Rasyidin Pastikan Pengadaan Kereta Baru

badge-check


 KAI Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Bobby Rasyidin Pastikan Pengadaan Kereta Baru Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan tidak akan melanjutkan rencana pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. KAI memilih memenuhi kebutuhan armada dengan rangkaian kereta baru sekaligus mengutamakan dukungan terhadap industri perkeretaapian dalam negeri.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pengadaan KRL ke depan akan diarahkan pada produk baru untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

“Nggak ada, kita nggak ngimpor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” kata Bobby, di Istana Negara, Kamis (5/11/2026).

Bobby menjelaskan, KAI membutuhkan sebanyak 23 rangkaian atau trainset KRL baru. Sebagian dari kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional.

“Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri,” kata Bobby.

Meski mengutamakan produksi dalam negeri, Bobby menegaskan KAI tetap membuka peluang kerja sama dengan perusahaan asing dalam pengadaan maupun produksi kereta api. Namun, kerja sama tersebut harus melibatkan industri nasional.

“Yang dari luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri,” katanya.

Lebih lanjut, Bobby menyebut terdapat delapan trainset yang menjadi kebutuhan mendesak untuk segera dipenuhi dari total 23 rangkaian yang dibutuhkan KAI.

Pengadaan seluruh rangkaian KRL baru tersebut ditargetkan dapat dipercepat dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang.

“Banyak (kebutuhan), jadi ada 8 yang urgent, kemudian total 23 trainset. Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun. 23 trainset baru,” tuturnya.

Dengan kebijakan tersebut, KAI mengarahkan pemenuhan kebutuhan armada KRL melalui pengadaan rangkaian baru, sekaligus memperkuat keterlibatan industri dalam negeri dalam pengembangan sarana perkeretaapian nasional.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal

7 November 2026 - 21:44 WIB

KRL INKA Generasi Kedelapan Segera Beroperasi, KAI Pastikan Kesiapan Sarana

7 November 2026 - 19:33 WIB

Bobby Rasyidin Cek Langsung Kesiapan KRL INKA: Pengujian Akhir pada 11 November

7 November 2026 - 18:59 WIB

KAI Commuter Catat 303 Juta Pengguna, Armada Baru Ditargetkan Hadir Bertahap

7 November 2026 - 11:21 WIB

Whoosh Hadirkan Promo 11.11, Tiket dari Padalarang dan Karawang Diskon 50 Persen

7 November 2026 - 10:41 WIB

KKP Bantu SPPG Cara Menjaga Mutu Ikan untuk Program MBG

7 November 2026 - 10:35 WIB

Dirut KAI Kawal Uji Coba KRL INKA Rangkaian Kedelapan, Pastikan Kesiapan Layanan KRL

7 November 2026 - 10:29 WIB

Bersih-Bersih Kampung Bahari, KAI Angkut 58 Gerbong Material ke Tanjung Priok

7 November 2026 - 10:24 WIB

KAI Services Tawarkan Paket Hemat Warteg on Train di KA Batavia, Harga Mulai Rp37 Ribu

7 November 2026 - 10:16 WIB

Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

6 November 2026 - 18:28 WIB

Trending di PERON