Menu

Mode Gelap
Pinisepuh Sunda Halimah Munawir Sampaikan Ucapan Selamat atas Penugasan Negara Dewan Pakar MMS Menhub Dudy Sampaikan Duka Cita dan Kawal Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur KAI Sampaikan Duka Mendalam, Pastikan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tertangani hingga Siagakan Posko Informasi IKATISA31 Gelar Halal Bihalal di Artotel Curated Jakarta, Pererat Silaturahmi Alumni Persami SIBS–ICM Gunung Geulis Tanamkan Karakter “HEBAT” pada Siswa 4 Penumpang KRL Tewas dalam Tabrakan dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

PERON

KAI dan Pemprov Jabar Sepakati Kerja Sama Optimalisasi dan Pengembangan Perkeretaapian

badge-check


 KAI dan Pemprov Jabar Sepakati Kerja Sama Optimalisasi dan Pengembangan Perkeretaapian Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perkeretaapian di Jawa Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di atas perjalanan Kereta Istimewa Purwakarta menuju Gambir (25/11).

Kesepakatan ini menjadi langkah lanjutan dari komitmen bersama pada 10 Oktober 2025 untuk memperkuat pengembangan perkeretaapian dan konektivitas antarmoda di seluruh Jawa Barat. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan identitas layanan kereta api, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis untuk mendorong percepatan pembangunan ekosistem transportasi berbasis rel.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kolaborasi ini selaras dengan agenda transformasi KAI dan prioritas pembangunan Jawa Barat yang berorientasi pada pemerataan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Kereta api adalah fondasi konektivitas Jawa Barat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat, memperkuat pariwisata, mempermudah mobilitas pelaku usaha, dan mendorong transportasi yang berkelanjutan,” ujar Bobby.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan identitas layanan yang membuka peluang layanan-layanan baru untuk mendukung pariwisata, mempermudah arus mobilitas masyarakat, serta memperluas akses ekonomi dari wilayah perkotaan hingga perdesaan. KAI dan Pemprov Jabar juga menyiapkan skema layanan yang dapat memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, termasuk petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal.

Di sisi infrastruktur, penataan kawasan stasiun menjadi agenda prioritas. Pada tahap pertama, penataan difokuskan di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong sebagai simpul mobilitas utama di Bandung Raya. Tahap berikutnya akan diterapkan di stasiun-stasiun lain sesuai kebutuhan dan prioritas bersama.

Saat ini di Jawa Barat terdapat kurang lebih 98 stasiun aktif yang menjadi simpul mobilitas masyarakat serta pintu masuk kegiatan ekonomi daerah. Dengan jaringan yang tersebar luas tersebut, pengembangan stasiun dan layanan kereta api memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas perkotaan hingga perdesaan, membuka akses destinasi wisata, serta memperlancar distribusi logistik dan rantai pasok hasil pertanian dan UMKM lokal.

Perbaikan ekosistem transportasi berbasis rel di Jawa Barat berpotensi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar simpul-simpul stasiun.

“Penataan kawasan stasiun dengan menata ruang agar lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi dengan angkutan umum, dan memberi ruang yang lebih baik bagi UMKM. Stasiun harus mencerminkan wajah Jawa Barat yang modern, nyaman, dan inklusif,” lanjut Bobby.

Perjanjian ini juga mencakup penyusunan berbagai kajian strategis, mulai dari kajian bisnis dan ekonomi transportasi, kajian hukum dan kelembagaan, kajian risiko, hingga arah pengembangan transportasi wisata dan peningkatan prasarana. Termasuk pula optimalisasi aset KAI dan Pemprov Jabar, penyusunan roadmap perlintasan sebidang, serta rencana peningkatan kapasitas layanan di jalur strategis seperti wilayah Nambo.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari visi pembangunan Jawa Barat 2025–2029, yang berorientasi pada pemerataan pembangunan dari desa hingga kota.

“Perjalanan hari ini menguatkan kembali nilai peradaban transportasi di Jawa Barat. Kereta api mampu menjangkau wilayah yang luas sambil tetap menjaga landscape dan keindahan alam Jawa Barat,” ujar Dedi.

Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan infrastruktur kereta api yang dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai langkah implementasi, KAI dan Pemprov Jabar akan membentuk Joint Working Group untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif melalui penyusunan rencana kerja, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. Rencana penataan stasiun dan peningkatan identitas layanan akan tercantum dalam lampiran PKS, sementara rencana kerja penyusunan kajian disepakati dalam waktu enam bulan sejak penandatanganan.

“Kami ingin masyarakat Jawa Barat merasakan manfaat langsung dari penguatan transportasi kereta api, mulai dari layanan yang lebih nyaman, konektivitas yang lebih mudah, hingga peluang ekonomi yang semakin terbuka. KAI berkomitmen menjadikan rel di Jawa Barat sebagai penghubung aktivitas, pariwisata, dan harapan masyarakat,” pungkas Bobby.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Sampaikan Duka Cita dan Kawal Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 08:01 WIB

KAI Sampaikan Duka Mendalam, Pastikan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tertangani hingga Siagakan Posko Informasi

28 April 2026 - 03:28 WIB

4 Penumpang KRL Tewas dalam Tabrakan dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

28 April 2026 - 00:02 WIB

Dampak Kecelakaan KRL-KAJJ: Mendesak Audit Manajemen PT KAI!

27 April 2026 - 23:00 WIB

KRL Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf

27 April 2026 - 22:49 WIB

KRL dan Kereta Jarak Jauh Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Penumpang Berlangsung

27 April 2026 - 22:13 WIB

KA Sangkuriang Melintas Daop 7 Madiun, Pilihan Healing hingga Kulineran Menuju Bandung Maupun Banyuwangi

27 April 2026 - 20:59 WIB

Dorong Logistik Hijau, Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 1 Jakarta Capai 808 Ribu Ton pada Triwulan I 2026

27 April 2026 - 20:37 WIB

Diskon Tiket Whoosh Hingga 50%, Dapatkan Promonya Secara Online dan Offline

27 April 2026 - 20:20 WIB

Distribusi Terjaga dan Kapasitas Besar, KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk pada Triwulan I 2026

27 April 2026 - 20:13 WIB

Trending di PERON