Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

PERON

KAI dan Pemprov Jabar Sepakati Kerja Sama Optimalisasi dan Pengembangan Perkeretaapian

badge-check


 KAI dan Pemprov Jabar Sepakati Kerja Sama Optimalisasi dan Pengembangan Perkeretaapian Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perkeretaapian di Jawa Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di atas perjalanan Kereta Istimewa Purwakarta menuju Gambir (25/11).

Kesepakatan ini menjadi langkah lanjutan dari komitmen bersama pada 10 Oktober 2025 untuk memperkuat pengembangan perkeretaapian dan konektivitas antarmoda di seluruh Jawa Barat. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan identitas layanan kereta api, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis untuk mendorong percepatan pembangunan ekosistem transportasi berbasis rel.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kolaborasi ini selaras dengan agenda transformasi KAI dan prioritas pembangunan Jawa Barat yang berorientasi pada pemerataan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Kereta api adalah fondasi konektivitas Jawa Barat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat, memperkuat pariwisata, mempermudah mobilitas pelaku usaha, dan mendorong transportasi yang berkelanjutan,” ujar Bobby.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan identitas layanan yang membuka peluang layanan-layanan baru untuk mendukung pariwisata, mempermudah arus mobilitas masyarakat, serta memperluas akses ekonomi dari wilayah perkotaan hingga perdesaan. KAI dan Pemprov Jabar juga menyiapkan skema layanan yang dapat memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, termasuk petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal.

Di sisi infrastruktur, penataan kawasan stasiun menjadi agenda prioritas. Pada tahap pertama, penataan difokuskan di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong sebagai simpul mobilitas utama di Bandung Raya. Tahap berikutnya akan diterapkan di stasiun-stasiun lain sesuai kebutuhan dan prioritas bersama.

Saat ini di Jawa Barat terdapat kurang lebih 98 stasiun aktif yang menjadi simpul mobilitas masyarakat serta pintu masuk kegiatan ekonomi daerah. Dengan jaringan yang tersebar luas tersebut, pengembangan stasiun dan layanan kereta api memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas perkotaan hingga perdesaan, membuka akses destinasi wisata, serta memperlancar distribusi logistik dan rantai pasok hasil pertanian dan UMKM lokal.

Perbaikan ekosistem transportasi berbasis rel di Jawa Barat berpotensi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar simpul-simpul stasiun.

“Penataan kawasan stasiun dengan menata ruang agar lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi dengan angkutan umum, dan memberi ruang yang lebih baik bagi UMKM. Stasiun harus mencerminkan wajah Jawa Barat yang modern, nyaman, dan inklusif,” lanjut Bobby.

Perjanjian ini juga mencakup penyusunan berbagai kajian strategis, mulai dari kajian bisnis dan ekonomi transportasi, kajian hukum dan kelembagaan, kajian risiko, hingga arah pengembangan transportasi wisata dan peningkatan prasarana. Termasuk pula optimalisasi aset KAI dan Pemprov Jabar, penyusunan roadmap perlintasan sebidang, serta rencana peningkatan kapasitas layanan di jalur strategis seperti wilayah Nambo.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari visi pembangunan Jawa Barat 2025–2029, yang berorientasi pada pemerataan pembangunan dari desa hingga kota.

“Perjalanan hari ini menguatkan kembali nilai peradaban transportasi di Jawa Barat. Kereta api mampu menjangkau wilayah yang luas sambil tetap menjaga landscape dan keindahan alam Jawa Barat,” ujar Dedi.

Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan infrastruktur kereta api yang dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai langkah implementasi, KAI dan Pemprov Jabar akan membentuk Joint Working Group untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif melalui penyusunan rencana kerja, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. Rencana penataan stasiun dan peningkatan identitas layanan akan tercantum dalam lampiran PKS, sementara rencana kerja penyusunan kajian disepakati dalam waktu enam bulan sejak penandatanganan.

“Kami ingin masyarakat Jawa Barat merasakan manfaat langsung dari penguatan transportasi kereta api, mulai dari layanan yang lebih nyaman, konektivitas yang lebih mudah, hingga peluang ekonomi yang semakin terbuka. KAI berkomitmen menjadikan rel di Jawa Barat sebagai penghubung aktivitas, pariwisata, dan harapan masyarakat,” pungkas Bobby.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta

8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT

8 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Perlintasan Tak Dijaga Dominasi Kecelakaan, KAI Perkuat Keselamatan

8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Trending di PERON