Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

PERON

KAI Daop 1 Jakarta Sigap Tangani Rel Patah di Jalur Bekasi-Tambun

badge-check


 KAI Daop 1 Jakarta Sigap Tangani Rel Patah di Jalur Bekasi-Tambun Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bergerak cepat dalam menangani temuan rel patah di jalur hulu KM 28+0/1 antara Stasiun Bekasi – Tambun. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) yang tengah melakukan pemeriksaan rutin sesuai prosedur keselamatan perjalanan kereta api, pada Selasa (2/12).

Sekitar pukul 08.00 WIB, PPJ menemukan adanya rel patah di lokasi tersebut. Sesuai SOP keselamatan, petugas segera melakukan upaya penghentian kereta api dengan memperlihatkan Semboyan 3 (tanda berhenti) kepada KA 132B Parahyangan yang pada saat itu sedang melintas menuju lokasi.

Masinis KA Parahyangan langsung merespons dengan menghentikan rangkaian sebelum mencapai area rel patah, serta melaporkan temuan tersebut ke Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) untuk penanganan lebih lanjut.

Pada pukul 08.06 WIB, setelah dilakukan pemeriksaan cepat dan dinyatakan aman terbatas, KA 132B Parahyangan diizinkan melintas dengan kecepatan 5 km/jam. Selanjutnya petugas jalan rel segera melakukan perbaikan agar jalur dapat kembali dilalui secara normal.

Pada pukul 08.55 WIB, proses perbaikan telah selesai dan jalur kembali dapat dilalui dengan kecepatan normal/kecepatan yang diizinkan. Kesigapan petugas dalam mendeteksi dini gangguan, menerapkan SOP keselamatan, serta memperbaiki kerusakan menjadi kunci agar perjalanan KA tetap aman.

Akibat penanganan rel patah tersebut, terdapat beberapa Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang mengalami keterlambatan melintas, yaitu:

1. KA 132B Parahyangan – terlambat 10 menit;
2. KA 110B Fajar Utama Yogyakarta – terlambat 15 menit;
3. KA 47 Taksaka – terlambat 17 menit;
4. KA 106B Gajahwong – terlambat 22 menit;
5. KA 166 Dharmawangsa – terlambat 25 menit;
6. KA 2B Argo Bromo Anggrek – terlambat 11 menit; dan
7. KA 128B Pangandaran – terlambat 9 menit.

Selain itu, 7 KA Commuter Line juga mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan dan proses perbaikan di lokasi kejadian.

KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi. Meski demikian, seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur untuk memastikan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama kami. Kami berterima kasih atas kesigapan petugas di lapangan yang cepat mendeteksi dan menangani kondisi rel patah sehingga perjalanan kereta tetap aman,” kata Detty Nurfatma Kusumah, PYMT Manager Humas Daop 1 Jakarta.

KAI Daop 1 Jakarta terus mengimbau pelanggan untuk tetap mengutamakan keselamatan serta memahami bahwa langkah-langkah pengamanan seperti pembatasan kecepatan atau penghentian KA dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

11 Juli 2026 - 17:15 WIB

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

11 Juli 2026 - 15:27 WIB

Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026

11 Juli 2026 - 12:51 WIB

Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh

11 Juli 2026 - 09:02 WIB

Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ?

11 Juli 2026 - 01:30 WIB

KAI Rampungkan Perawatan 246 Kereta di Balai Yasa Manggarai pada Semester I 2026

10 Juli 2026 - 17:44 WIB

KAI Tangani 12.656 Barang Tertinggal Sepanjang Semester I 2026, Nilainya Capai Rp8,86 Miliar

10 Juli 2026 - 16:56 WIB

KAI Commuter Uji Coba Teknologi Penghilang Bau di KRL, Penumpang Jadi Lebih Nyaman

10 Juli 2026 - 15:51 WIB

KAI Siapkan Travelator Ber-AC untuk Integrasi Stasiun Karet dan BNI City

10 Juli 2026 - 14:35 WIB

Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi 28 September 2026, Penumpang KRL Akan Dialihkan

10 Juli 2026 - 14:26 WIB

Trending di PERON