Wartatrans.com, NGAWI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA) di wilayah Kabupaten Ngawi, Rabu (25/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran operasional KA di tengah lonjakan mobilitas selama masa Angkutan Lebaran.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Di tengah kesibukan melayani pelanggan yang sedang mudik Lebaran, KAI terus berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Tohari.
Sosialisasi difokuskan pada tiga titik perlintasan dengan tingkat lalu lintas padat, yakni JPL 23 Km 188+5/6 di Dusun Tempuran, Kecamatan Paron; JPL 20 Km 186+1/2 di Dusun Geneng, Kecamatan Geneng; serta JPL 18 Km 184+5/6 di Desa Tepas, Kecamatan Geneng.
Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 7 Madiun menggandeng Koramil Geneng dan Polsek Geneng. Kegiatan dilakukan secara persuasif dan edukatif melalui pembagian suvenir dan flyer berisi imbauan keselamatan, pembentangan spanduk, serta kampanye gerakan #BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri Kanan, Pastikan Aman, Lalu Jalan).
Tohari menambahkan, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan gerakan #BERTEMAN karena langkah sederhana tersebut sangat penting untuk mencegah kecelakaan di perlintasan.
Selain itu, KAI mengingatkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang mewajibkan pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.
Melalui sosialisasi ini, KAI berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan tetap terjaga selama masa libur Lebaran 2026 maupun seterusnya.(fahmi)































