Menu

Mode Gelap
Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001 Command Center Diakhiri, ⁠Tanpa Kemacetan dan Overcapacity, Arus Logistik di Tanjung Priok Terkendali Pasca Lebaran Semarak Hari Kartini, Ratusan Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Hadiah kepada Penumpang KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

PERON

KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang

badge-check


 KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang menandatangani Nota Kesepahaman untuk pengembangan logistik berbasis rel di Dryport Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Selasa (21/4/2026).

Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun sistem logistik yang lebih terintegrasi, sekaligus menjawab tantangan biaya logistik nasional yang masih tinggi. Dengan pendekatan berbasis rel, distribusi barang diharapkan menjadi lebih efisien, terukur, dan kompetitif.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengembangan dryport di Batang menjadi bagian dari arah besar pembangunan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi dari kawasan industri hingga ke pelabuhan.

“Di Batang ini akan tumbuh kawasan industri yang terhubung dengan kota mandiri. KAI hadir sebagai pengangkut dari dryport menuju pelabuhan, dan di ujungnya Pelindo memastikan konektivitas ke pasar global. Dengan integrasi ini, kita dorong biaya logistik turun dan lebih kompetitif,” ujar Bobby.

Ia menambahkan bahwa saat ini biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8%. Kondisi ini menjadi ruang perbaikan yang besar bagi peningkatan daya saing industri nasional.

“Kalau kita bisa menurunkan biaya logistik secara signifikan, maka biaya produksi industri juga akan ikut turun. Dampaknya langsung terasa pada daya saing produk Indonesia di pasar global,” lanjut Bobby.

Upaya tersebut diperkuat dengan strategi peningkatan kapasitas angkutan. KAI saat ini mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong, dan sedang ditingkatkan menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.

Selain itu, KAI juga menyiapkan pengembangan jalur langsung menuju pelabuhan untuk mengurangi hambatan operasional. Saat ini, distribusi menuju Pelabuhan Tanjung Priok masih memanfaatkan jalur eksisting dengan keterbatasan waktu operasional sekitar lima jam per hari. Dengan jalur langsung, distribusi barang akan menjadi lebih fleksibel dan efisien.

Di sisi lain, KAI juga melihat potensi besar di Jawa sebagai pusat pergerakan logistik nasional. Sekitar 60% aktivitas logistik Indonesia berada di Pulau Jawa, dengan nilai biaya logistik yang diperkirakan mencapai Rp2.400–2.500 triliun per tahun. Efisiensi 30% saja dapat menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp1.000 triliun.

Pengembangan Dryport KEK Industropolis Batang juga diarahkan sebagai pusat konsolidasi logistik di Jawa Tengah. Berdasarkan kajian internal, pergerakan kontainer di wilayah ini mencapai sekitar 10 juta per tahun dan diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri.

“Dryport ini kami dorong menjadi agregator logistik, selain melayani kawasan Batang juga melayani wilayah Jawa Tengah secara luas. Dengan jaringan lebih dari 600 stasiun yang dimiliki KAI di Pulau Jawa, potensi distribusi berbasis rel sangat besar,” jelas Bobby.

Langkah ini diperkuat oleh kinerja angkutan barang KAI yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI melayani angkutan barang sebesar 14.948.442 ton, mencerminkan peran strategis kereta api dalam mendukung distribusi nasional.

Pada periode yang sama, angkutan peti kemas mencapai 1.371.036 ton, meningkat dari 1.196.600 ton pada Triwulan I 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan pergeseran penggunaan moda transportasi ke arah berbasis rel yang lebih efisien.

Dari sisi operasional, kinerja ketepatan waktu juga mengalami perbaikan. Ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang tercatat 95,97% dan kedatangan 91,77%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 95,89% dan 87,04%.

“Melalui pengembangan dryport berbasis rel ini, KAI menargetkan terbentuknya sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu menurunkan biaya logistik. Upaya ini diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di dalam negeri,” tutup Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Kartini, Ratusan Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Hadiah kepada Penumpang

21 April 2026 - 13:24 WIB

Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kementerian Ekonomi Kreatif Hadirkan Karya Seni di Kereta Api Bersama Erika Richardo

21 April 2026 - 09:23 WIB

KA Sangkuriang Layani Rute Langsung Bandung–Banyuwangi, Tiket Perdana Diskon 50%

21 April 2026 - 09:00 WIB

Kunjungan Kerja BP BUMN dan Danantara ke KAI, Percepat Transformasi Perkeretaapian Nasional

20 April 2026 - 17:50 WIB

KAI Hadirkan Layanan Ramah Perempuan dan Inklusif, Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman bagi Semua

20 April 2026 - 17:44 WIB

Inovasi KAI Commuter Tanpa Henti, Saat ini Perpanjang Peron di Stasiun Bogor

20 April 2026 - 16:11 WIB

KAI Commuter Catat Tren Positif di Kuartal Pertama 2026

20 April 2026 - 15:52 WIB

KAI Commuter Layani 87,9 Juta Penumpang pada Kuartal I 2026, Naik 7 Persen

20 April 2026 - 15:02 WIB

KA Brumbung Cargo Hadir sebagai Alternatif Logistik Nasional yang Lebih Efisien

20 April 2026 - 13:05 WIB

KA Pariaman Ekspres Layani 382.748 Pelanggan pada Triwulan I 2026, Naik 10,16 Persen

19 April 2026 - 16:16 WIB

Trending di PERON