Menu

Mode Gelap
Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026 BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Yogyakarta–Palur Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus KAI Layani 196 Ribu Penumpang pada Hari Pertama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

PERON

KAI Pasang Palang Pintu Baru di Perlintasan Ampera Bekasi Timur

badge-check


 KAI Pasang Palang Pintu Baru di Perlintasan Ampera Bekasi Timur Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus mempercepat penanganan perlintasan sebidang di berbagai wilayah guna memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Dalam periode 27 April hingga 12 Mei 2026, KAI bersama stakeholder telah melakukan penutupan 20 titik perlintasan dan penyempitan tujuh titik perlintasan di sejumlah wilayah operasi dan divisi regional.

Penanganan dilakukan di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan, terutama pada perlintasan liar, akses tidak resmi, serta titik dengan tingkat risiko keselamatan tinggi.

Selain penutupan dan penyempitan, KAI juga menargetkan peningkatan keselamatan secara bertahap di 1.638 titik perlintasan melalui pembangunan fasilitas keselamatan, penguatan penjagaan, peningkatan pengawasan operasional, serta koordinasi lintas instansi.

Salah satu peningkatan keselamatan dilakukan di kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur. Di lokasi tersebut, KAI telah memasang palang pintu perlintasan baru yang kini memasuki tahap penyempurnaan dan uji coba operasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan percepatan penataan perlintasan menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keselamatan transportasi berbasis risiko.

“Perlintasan sebidang merupakan titik yang mempertemukan perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat dalam waktu bersamaan. Karena itu penanganannya perlu dilakukan lebih cepat, terukur, dan terintegrasi agar ruang keselamatan di lapangan semakin baik,” ujar Anne dikutip Kamis (14/5/2026).

Selama proses penyempurnaan fasilitas di kawasan Ampera berlangsung, pengamanan perjalanan kereta api masih menggunakan palang pintu lama yang tetap difungsikan.

Pengamanan sementara juga didukung melalui swadaya masyarakat sambil menunggu pembangunan pos jaga dan penempatan petugas resmi.

Anne mengajak masyarakat lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang dengan tidak menerobos palang pintu serta memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, tidak menerobos palang pintu, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

Berdasarkan pendataan Triwulan I 2026, terdapat 3.888 perlintasan sebidang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.112 titik telah dijaga, sedangkan 1.776 titik lainnya masih belum dijaga.

Anne menjelaskan, dari total perlintasan yang dijaga, KAI mengelola 977 titik atau sekitar 46 persen. Sementara pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan menjaga 680 titik atau sekitar 32 persen. Adapun 417 titik dijaga secara swadaya masyarakat dan 38 titik dijaga pihak swasta.

Sementara itu, perlintasan yang belum dijaga terdiri dari tiga titik di jalan nasional, empat titik di jalan provinsi, 415 titik di jalan kabupaten/kota, dan 1.354 titik di jalan kecamatan, kelurahan, desa, serta akses lingkungan lainnya.

Menurut Anne, kondisi tersebut menunjukkan perlunya keterlibatan lintas institusi karena kewenangan pengelolaan perlintasan mengikuti kelas jalan yang berada di bawah pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Karena itu, KAI telah mengajukan permohonan pendelegasian kewenangan pengelolaan dan peningkatan keselamatan perlintasan kepada sejumlah pemerintah daerah agar percepatan penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih efektif dan bertahap.

Selain penataan fisik, KAI saat ini juga menjalankan penjagaan di 977 titik perlintasan dengan dukungan 3.908 Petugas Jaga Lintasan (PJL) yang bekerja selama 24 jam secara bergantian.

Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 perlintasan ditargetkan untuk penutupan karena kondisi jalan yang terbatas, sementara 1.638 titik lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.

Anne menambahkan, kereta api membutuhkan ruang aman yang cukup panjang untuk melakukan pengereman. Pada kecepatan 120 kilometer per jam, jarak pengereman ideal dapat mencapai 800 hingga 1.200 meter sehingga kepastian jalur steril sebelum kereta melintas menjadi faktor penting keselamatan perjalanan.

“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan konsistensi penanganan di lapangan. Semakin cepat titik-titik berisiko diinventarisasi, ditata, dan dijaga bersama, semakin besar ruang keselamatan yang dapat dibangun untuk masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Yogyakarta–Palur Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

14 Mei 2026 - 11:33 WIB

KAI Layani 196 Ribu Penumpang pada Hari Pertama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

14 Mei 2026 - 11:17 WIB

Penjualan Tiket Whoosh di Long Weekend Capai 33.602, KCIC Siapkan Fasilitas dan Layanan Penunjang bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus

14 Mei 2026 - 11:09 WIB

KKP: Modernisasi Kapal Perikanan untuk Nelayan Naik Kelas Bertahap sampai 2028

14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Presiden Prabowo saat mengunjungi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo beberapa waktu lalu (Foto : Sekretariat Presiden)

Masuki Libur Panjang, Okupansi Whoosh dari Halim Capai 95%

14 Mei 2026 - 10:14 WIB

KAI Angkut 16,6 Juta Ton Batu Bara hingga April 2026 untuk Dukung Pasokan Energi Jawa-Bali

13 Mei 2026 - 18:34 WIB

KAI Services Gandeng ADFood Services Tingkatkan Kualitas dan Keamanan Pangan di Kereta

13 Mei 2026 - 17:55 WIB

Penjualan Tiket KA Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Tembus 584 Ribu, Rute Wisata jadi Favorit

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Mau Liburan Naik Kereta? Tiket dari Daop 1 Jakarta ke Sejumlah Kota Masih Tersedia

13 Mei 2026 - 16:57 WIB

KAI Wisata dan BTN Jalin Kerja Sama Pengembangan Layanan dan Inovasi Digital

13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Trending di PERON