Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.
Hingga 20 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 3.699.687 tiket telah terjual atau 82,2 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Dengan capaian tersebut, masih tersedia 799.009 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan penjualan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama saat mudik.
“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret, terutama pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujarnya.
Secara rinci, penjualan tiket kereta api jarak jauh telah mencapai 3.292.121 tiket atau 92,2 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia 279.639 tempat duduk. Sementara itu, tiket kereta api lokal yang dikelola KAI terjual sebanyak 407.566 tiket atau 44 persen dari total 926.936 tempat duduk, dengan sisa kapasitas 519.370 kursi.
KAI mencatat, penjualan tiket kereta api lokal cenderung meningkat mendekati hari keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.
Selama sembilan hari pertama masa Angkutan Lebaran, yakni 11 hingga 19 Maret 2026, layanan kereta api jarak jauh telah melayani 1.527.549 pelanggan di berbagai relasi di Pulau Jawa dan Sumatra. Volume penumpang harian terus meningkat, bahkan tingkat okupansi pada beberapa hari melampaui 100 persen, dengan puncaknya terjadi pada 18 Maret yang mencapai 205.842 pelanggan atau 125,9 persen dari kapasitas tempat duduk.
Untuk 20 Maret 2026, pergerakan penumpang diperkirakan masih tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 196.314 pelanggan kereta api jarak jauh telah dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi sementara mencapai 120,1 persen dan masih berpotensi bertambah.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena adanya pola perjalanan dinamis dalam satu rangkaian kereta.
“Dalam satu perjalanan, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda, sehingga jumlah pelanggan yang dilayani bisa lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelasnya.
Sejumlah kereta api dengan permintaan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Bengawan, Kahuripan, Rajabasa, dan Jayakarta.
Meski demikian, KAI menyebut masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket dengan memanfaatkan alternatif perjalanan, seperti memilih tanggal keberangkatan berbeda, relasi alternatif, maupun layanan kereta lanjutan (connecting train).
“Kami mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan Lebaran dengan baik agar mudik berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.(fahmi)





























