Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

PERON

Dua Insiden Tertemper Terjadi di Wilayah Daop 7 Madiun, KAI Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

badge-check


 Dua Insiden Tertemper Terjadi di Wilayah Daop 7 Madiun, KAI Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Perbesar

Wartatranscom, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan keprihatinan atas dua kejadian tertemper yang melibatkan orang tidak dikenal (OTK) dan kendaraan bermotor di wilayah operasionalnya pada Kamis (19/3/2026).

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan kedua insiden tersebut terjadi di lokasi berbeda, yakni di petak jalan Kediri–Ngadiluwih serta di perlintasan sebidang JPL 90 emplasemen Baron.

“Pada prinsipnya, jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Segala bentuk aktivitas masyarakat di jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Tohari.

Insiden pertama melibatkan KA 408 (CL Dhoho) yang tertemper OTK di Km 184+800 petak Kediri–Ngadiluwih pada pukul 18.54 WIB. Meski masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 berulang kali, kejadian tidak dapat dihindari. Peristiwa ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta selama 2 menit.

Sementara itu, insiden kedua melibatkan KA 71 (Mutiara Selatan) yang tertemper sepeda motor di perlintasan sebidang JPL 90 emplasemen Baron pada pukul 19.34 WIB. Kendaraan tersebut diketahui menerobos perlintasan saat palang pintu sudah dalam kondisi tertutup, sehingga menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta selama 11 menit.

“Toh dalam kedua kejadian tersebut, masinis telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 sebagai peringatan. Namun, karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari,” jelas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan di sekitar jalur kereta api, seperti tidak beraktivitas di jalur rel, mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang, serta tidak menerobos palang pintu yang telah ditutup.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Disiplin dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari kampanye keselamatan, KAI juga terus mengingatkan masyarakat melalui slogan #BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan) guna menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, khususnya selama momentum mudik Lebaran 2026.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA