Wartatrans.com, BANDUNG – Suasana libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menuju Bandung dan sejumlah kota di Jawa Barat. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dipilih masyarakat di tengah tingginya arus kendaraan menuju Kota Bandung selama long weekend.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 91.678 pelanggan kereta api jarak jauh naik dari berbagai stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung selama periode 13–17 Mei 2026 hingga Sabtu (17/5) pukul 10.00 WIB.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya mobilitas masyarakat menuju Bandung menunjukkan transportasi rel masih menjadi pilihan utama untuk perjalanan singkat antarkota selama masa libur panjang.
“Bandung memiliki karakter wisata yang lengkap, mulai dari suasana kota yang sejuk, wisata kuliner, kawasan kreatif, hingga banyak pilihan aktivitas keluarga. Kereta api menjadi pilihan karena perjalanan terasa lebih praktis dan pelanggan dapat menikmati waktu libur dengan lebih santai,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/5).
KAI mencatat KA Parahyangan menjadi salah satu layanan favorit masyarakat selama long weekend kali ini. Hingga data sementara 17 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 18.006 pelanggan telah dan akan menggunakan KA Parahyangan selama periode libur panjang.
Selain KA Parahyangan, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh lain yang melayani naik turun pelanggan di Stasiun Bandung juga mencatat volume tinggi, di antaranya KA Papandayan, Argo Wilis, Malabar, Sangkuriang, Lodaya, Ciremai, dan Harina.
Untuk relasi favorit, KAI mencatat perjalanan Bandung–Gambir melayani 8.038 pelanggan, sedangkan relasi Gambir–Bandung mencapai 7.624 pelanggan.
Tingginya mobilitas masyarakat selama long weekend juga terlihat pada layanan kereta lokal di wilayah Daop 2 Bandung. Pada periode 13–16 Mei 2026, sebanyak 208.942 pelanggan menggunakan layanan KA Lokal, baik Commuter Line Bandung Raya maupun Commuter Line Garut.
Jumlah tersebut meningkat 2,87 persen dibanding periode yang sama pekan sebelumnya pada 6–9 Mei 2026 yang tercatat sebanyak 203.112 pelanggan.
Sementara itu, layanan kereta cepat Whoosh juga mengalami peningkatan volume penumpang selama masa libur panjang. Selama periode 13–16 Mei 2026, sebanyak 75.097 pelanggan menggunakan layanan Whoosh atau meningkat 17,80 persen dibanding periode 6–9 Mei 2026 yang tercatat sebanyak 63.748 pelanggan.
Menurut Anne, tren perjalanan selama long weekend menunjukkan transportasi rel memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di Jawa Barat.
“Transportasi rel membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terukur selama masa libur panjang. Pelanggan juga memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati suasana kota, berkumpul bersama keluarga, dan menjalani perjalanan dengan lebih santai,” tutup Anne.(fahmi)






























